Pertemuan tak terduga Cup Elfathan mencium kening Arsyila cukup lama. Rutinitas mereka setiap menjalankan aktivitas masing-masing. Seperti biasa Elfathan selalu mengantar istrinya ke kampus saat ia berangkat ke kantor. “Belajar yang benar!” “Iya, By.” “Yaudah. Hubby berangkat dulu!” Arsyila mengangguk sembari tersenyum. “Hubby semangat kerjanya, ya.” Dan setelah itu Arsyila keluar dari mobil. Ia berjalan memasuki area kampus. Elfathan tidak langsung pergi, melainkan memastikan istrinya terlebih dulu. Setelah Arsyila tidak terlihat baru ia menjalankan mobilnya pergi meninggalkan area kampus. Elfathan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia singgah sebentar ke sebuah Café untuk membeli coffee. Untung saja ia melewati sebuah Café yang buka 24 jam. Ia menuju kasir untuk

