20 Tahun yang lalu. Hening— itulah yang dirasakan oleh Friska. Sekarang wanita paruh baya itu sedang duduk di kursi tunggu ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat). Wanita paruh baya itu, duduk dengan sedikit menundukkan kepalanya, dan ditopang oleh kedua tangannya yang berdiri tegak, "Hiks— papa jangan tinggalin Mama, dan Ayu. Papa tolong bertahan untuk kami berdua, yah." Sudah berpuluh-puluh kali Friska memanjatkan doa seperti itu. Friska padahal tadi masih bercanda gurau bersama anaknya— Aileen Ayudia di ruang keluarga dengan penuh canda dan juga tawa. Tetapi, semua itu lenyap saat Aileen mula-mula menanyakan keberadaan Papanya. Friska yang mendapatkan pertanyaan itu, langsung diselimuti rasa khawatir, rasa curiga, dan rasa taku yang di mana, wanita paruh baya itu sempat mencurigai suam

