Perintah Otak Binatang

1077 Words

Ustaz Hamzah mengangguk bersamaan dengan suara azan yang menandakan salat dzuhur harus segera ditegakkan. “Baik, kalau begitu, kita sudahi obrolan kita, em ... kuharap Rayya mau mengerti kesepakatan yang sudah dilakukan oleh kedua orang tua kita, sementara ini tinggallah di sini dengan tenang, masalah dengan eyang, aku yakin, pelan-pelan Rayya bisa menyelesaikan, kalian berdua hanya butuh sedikit waktu lebih lama untuk saling mengenal,” ucapnya kemudian beranjak berdiri. Mendadak langkahnya terhenti, my bias kembali menoleh ke arahku. “Aku akan menunggu sampai Rayya mau memanggilku kakak. Rayya akan memanggilku ustaz jika ia berada dalam kelasku lagi,” ucapnya lembut. Kemudian, ia berbalik dan berjalan keluar ruangan setelah sebelumnya kembali mengusap puncak kepala ini untuk yang tera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD