"Terima kasih, Dok!" ucapku setelah Dokter Dewa mengantarku kembali ke panti. Sebenarnya dia ingin mengantarku sampai ke dalam panti dan menyerahkanku pada Bu Dian, sebagia sopan santu karena telah membawa anak asuhnya pergi sampai malam. Tapi aku menolak. Ini sudah jam tujuh malam, kalau Dokter Dewa masuk dan ketemu anak-anak, otomatis dia nggak akan bisa segera pulang. Anak-anak bandel itu pasti mengajak Dokter Dewa main. Padahal besok kan dia harus kerja. "Beneran nggak papa cuma aku antar sampai gerbang aja. Aku merasa nggak enak pada Bu kepala panti kalau nggak menyerahkanmu pada beliau." "Kalau Dokter masuk, anak-anak nggak bakalan melepaskan Dokter begitu saja. Mereka pasti akan menahan Dokter." Memang sejak Dokter Dewa rutin mengunjungiku, dia juga mulai akrab dengan anak-anak pa

