Pria misterius

1171 Words

Setelah kejadian di diskotik waktu itu, hari-hariku tidak bisa berjalan seperti biasa. Bu Dian, sangat overprotektif padaku. Itu gara-gara, Bu Dian melihat mataku yang bengkak karena menangis. SEyelah aku berpisah dengan Dokter Dewa di depan gerbang panti, aku langsung masuk dan bertemu Bu dian ketika aku meleawti pintu. Dan beliau sangat terkejut ketika melihat mataku bengkak dan hidungku merah. Bi Dian langsung menyongsong kedatanganku dengan memelukku erat. "Kamu nggak papa? Kamu habis menangis?" Aku menggeleng dengan tersenyum. "Saya nggak papa, Bu." "Kalau nggak papa kenapa matamu sampai bengkak begini?" Aku hanya bisa tersenyum. Nggak mungkin aku cerita pada BU Dian atas apa yang aku lihat tadi. Wanita tua yang baik ini pasti sangat mengkhawatirkanku. "Tadi aku gagal bertemu den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD