Saking asyiknya mengobrol sambil bersenda gurau, tak terasa waktu setengah jam berlalu begitu cepat. Begitu sampai di halaman rumah Rayhan, entah kenapa jantung Ana berdegup begitu kencang. Nervous? Bisa jadi, karena sedari tadi pun tangan Ana mendadak dingin. Mereka turun dari mobil, ketika Clarissa telah memarkirkan mobilnya di tempat yang telah di sediakan. Bisa dilihat oleh mereka bertiga, tak sedikit mobil-mobil sudah berjejer rapi di sana, menandakan bahwa para tamu sudah banyak yang datang. Mereka pun berlalu dari sana mengikuti para tamu lainnya ke tempat acara, yang ternyata berlokasi di sebuah taman yang luas dan indah di samping rumah Rayhan. Ternyata Rayhan dan keluarganya sangat menyukai bunga, terbukti di taman milik keluarganya tersebar berbagai jenis bunga yang indah dan

