Mo Yao kembali ke Baiyuxuan dari Yuyueju dan melanjutkan kehidupan sehari-harinya, berurusan dengan berbagai macam pelamar setiap hari. Di mata semua pelamarnya, kesombongannya dapat dibenarkan; dia memiliki kecantikan dan bakat yang tak tertandingi, memikat semua orang. Namun yang tidak mereka ketahui adalah bahwa kesombongannya itu hanyalah cara untuk menutupi kompleks inferioritas yang mendalam dalam dirinya. Di dunia penuh kesenangan ini, entah dia secantik peri atau seberbakat itu, dia tak bisa lepas dari label yang disematkan masyarakat padanya: seorang wanita malam. Dia ditakdirkan untuk diperlakukan berbeda, ditakdirkan untuk tak pernah menerima cinta sejati, ditakdirkan... untuk menjadi tak lebih dari orang biasa... Mengulurkan tangan untuk membelai jubah hitam yang tertata ra

