Bab Dua: Malam Itu Ye Yu Ingin Nakal

1846 Words
Malam masih terlalu dini, dan langit dipenuhi awan tebal, membuat bintang tak terlihat sama sekali. Gelap gulita. Ye Yu, mengenakan jubah brokat hitam yang ketat, berjinjit keluar dari Paviliun Fengyu. Ia bergerak cepat melintasi jalan. Meskipun tidak memiliki kemampuan meringankan tubuh ala pendekar, ia sangat gesit berkat latihan keras yang ia jalani sejak kecil. Ye Yu bukanlah orang dari Dinasti Ming—bahkan, ia sama sekali bukan orang dari era ini. Ia adalah seorang mahasiswa abad ke-21 yang sedang menuntut ilmu di Inggris. Kisah bermula ketika ia dan teman-temannya mengunjungi Kuil Dai di Gunung Tai. Saat itu, mereka berempat sedang mengamati sebuah prasasti batu dengan tulisan aneh ketika sebuah tornado misterius menyapu mereka ke angkasa. Ketika Ye Yu sadar, ia sudah berada di masa ini. Keahlian memasak dan menggunakan pisaunya ia pelajari dari bibinya, seorang koki. Meski bukan seorang juru masak profesional, dengan sedikit sentuhan hidangan baru dan unik, keahliannya telah memberinya predikat "hidangan terbaik di Beiping." Walaupun di zaman modern ia hanyalah mahasiswa arkeologi, Ye Yu menguasai seni bela diri seperti Taekwondo dan Kendo. Ia mempelajarinya sejak kecil, bahkan pernah meraih gelar juara utama dalam kompetisi se-Asia. Lebih menarik lagi, gurunya mengajarkan beberapa teknik yang menyerupai seni "pembunuhan". Ye Yu menahan napas dan menyelinap ke halaman belakang ‘Junyuelai’. Jantungnya berdebar kencang—ini adalah latihan teknik pertamanya. Ia memperlambat langkah, berusaha menyatu dengan kegelapan. Halaman belakang ‘Junyuelai’ sebenarnya tidak terlalu luas, tetapi karena Ye Yu belum mahir dalam aksinya, ia kesulitan menemukan kamar Bos Qin. Selain harus menghindari ketahuan, Ye Yu juga merasakan tekanan psikologis dari misi penyamaran pertamanya. Merasa lelah, ia bersandar sebentar pada sebuah pilar di koridor. Sial, ternyata tidak semudah dan setampan yang terlihat di film! gumamnya dalam hati. Tepat ketika ia sedang menggerutu, ia mendengar embusan angin samar menyapu ujung koridor di atasnya. Suara itu begitu tipis, namun terasa janggal di malam musim panas yang tenang dan tak berangin ini. Ye Yu diam-diam menoleh ke belakang. Ia sudah bersembunyi di balik pilar dengan pakaian serba hitam, membuatnya sulit ditemukan di malam tanpa bulan. Saat itu, sebuah bayangan hitam bergerak secepat kilat di halaman, menuju deretan rumah di seberangnya. Melihat ini, Ye Yu langsung paham: ada orang lain yang sama "isengnya" dengan dia, begadang demi merampok dan menjarah. Oh, tidak. Bos Qin kan kaya raya dan sering berbuat keji. Jadi, dia ini mungkin merampok si kaya untuk membantu si miskin, pikir Ye Yu. Karena penasaran, Ye Yu segera berjongkok dan mengikuti bayangan hitam itu di sepanjang koridor gelap. Semangatnya membara. Ia bergerak cepat. Karena halaman tidak terlalu luas, ia segera mendekati pria berbaju hitam itu. Sambil menahan napas, Ye Yu mengamati gerakan pria itu dari jauh. Pria itu melihat sekeliling, lalu dengan cepat mengeluarkan belati dari lengan bajunya dan mengayunkannya ke pintu di depannya. Belati itu luar biasa tajam. Ye Yu terpana melihat belati di tangan pria itu dengan mudah membuka baut kayu yang mengunci pintu dari dalam. Pria berbaju hitam itu menyelinap masuk. Ye Yu tak sempat berpikir lama. Ia segera menuju jendela, melubangi kertas penutup, dan mengintip ke dalam. Ruangan itu remang-remang. Ye Yu mengerahkan pandangannya. Ada sebuah meja di dalam, dan di seberangnya, sebuah tempat tidur kayu. Meskipun tak bisa melihat detail, ia yakin ini adalah kamar tidur Bos Qin. Saat ini, pria berbaju hitam itu perlahan mendekati sisi tempat tidur dalam kegelapan. Belati di tangannya, yang berkilat dingin, membuat Ye Yu merinding meski di tengah panasnya musim panas. Ye Yu sudah tahu tujuan pria itu. Hanya dari garis luar ruangan, ia bisa menebak ada banyak barang berharga, tetapi pria itu jelas tidak tertarik pada harta benda. Ye Yu menelan ludah, telapak tangannya mulai berkeringat. Jika seseorang berpakaian serba hitam memasuki rumah di tengah malam, membawa belati mengerikan, dan tidak mengincar uang atau wanita, maka tujuannya pasti lebih berbahaya. Ye Yu menatap tajam, merasakan kegembiraan dan kegugupan. Jujur saja, ia hanya pernah melihat adegan seperti ini di TV. Menyaksikannya secara langsung benar-benar mendebarkan! Hanya saja... Bos Qin jelas bukan orang baik, tapi haruskah dia mati begitu saja di depan mataku? Sial, kenapa aku jadi peduli begini? Bukankah aku datang ke sini untuk memberinya pelajaran? Tapi yang ingin kulakukan hanya memberi pelajaran. Dilihat dari ekspresi pria berbaju hitam itu, ini jelas lebih dari sekadar pelajaran... Dalam waktu singkat, Ye Yu dilanda pergolakan batin, sementara pria berbaju hitam itu sudah berada di samping tempat tidur Bos Qin. Sudut pandang Ye Yu kurang bagus, jadi ia tidak bisa melihat dengan jelas, tetapi ia bisa melihat pria itu mengangkat belati. Sambil menggertakkan gigi, Ye Yu tak sempat berkedip. Dalam sekejap, belati itu diayunkan, hampir menusuk d**a Bos Qin. Pria berbaju hitam itu tampak sangat profesional, tidak memberi Bos Qin kesempatan untuk melawan. Namun, tampaknya Bos Qin belum ditakdirkan mati, dan takdir memberinya kesempatan hidup. Sebuah suara pecah—tidak terlalu keras—tiba-tiba terdengar, mengejutkan Tuan Qin yang sedang tidur nyenyak. Gerakan pria berbaju hitam itu pun terhenti karena kejadian tak terduga ini. Ye Yu sendiri tidak tahu apa yang merasukinya. Saat ia menyadari apa yang terjadi, ia sudah menendang jendela sekuat tenaga dan menerobos masuk ke dalam kamar. Terkejut saat terbangun, Bos Qin begitu ketakutan oleh pemandangan di ruangan itu hingga ia langsung melompat dari tempat tidur, tak mampu bereaksi. Pria berbaju hitam itu sangat cerdas. Ia mengabaikan Ye Yu yang tiba-tiba masuk, dan langsung menguasai Bos Qin yang baru saja mulai pulih dari keterkejutannya. "Tidak!" Mungkin karena kebaikan hatinya, dan karena Ye Yu, yang berasal dari masa depan, belum pernah menyaksikan pembunuhan secara langsung, ia secara naluriah ingin menghentikan pembunuhan yang akan terjadi itu. Bos Qin ditahan. Ia berjuang keras, mencoba meminta bantuan, tetapi tak ada suara yang keluar. Melihat belati itu akan jatuh lagi, Ye Yu menggertakkan gigi dan menyerang pria berbaju hitam itu dengan sekuat tenaga. Benturan mendadak itu membuat pria berbaju hitam kehilangan keseimbangan sesaat. Ia secara naluriah mengayunkan pisaunya ke belakang, dan belati tajam itu menebas lengan Ye Yu dengan suara desing. Rasa sakit yang tiba-tiba membuat Ye Yu kehilangan keseimbangan. Ia mengerang dan jatuh tepat ke tempat tidur Bos Qin. Bos Qin, melihat ada orang menerjangnya di tempat tidur, dan lengan orang itu berlumuran darah, begitu ketakutan hingga hendak berteriak minta tolong. Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu menyumbat mulutnya. "Jangan berteriak. Panggil orang. Dia bisa membunuh kita berdua kalau terpojok," kata Ye Yu di saat genting. Ia meraih sapu tangan dari tempat tidur dan menyumpalkannya ke mulut Bos Qin. Bos Qin hanya bisa merintih pelan. Matanya dipenuhi ketakutan, dan seluruh tubuhnya gemetar. Pria berbaju hitam itu melirik noda darah di belatinya. Targetnya hanya Bos Qin. Siapa orang gila yang tiba-tiba muncul ini? Ia maju dua langkah menuju tempat tidur, tetapi ragu untuk melangkah lebih jauh. Ye Yu, menahan rasa sakit di lengannya, kini jauh lebih tenang. Ia mengutuk dirinya sendiri dalam hati karena bodoh—kenapa ia harus peduli dengan hidup mati Bos Qin?! Tapi kini tak ada jalan kembali. Ye Yu hanya menoleh, menatap lurus ke mata pria berbaju hitam itu, dan berkata, "Saudaraku, jujur aku tidak mau menyelamatkannya. Kenapa kau tidak pura-pura tidak melihatku, dan aku pura-pura kau tidak melukaiku? Kau bisa biarkan aku pergi dan lanjutkan saja membunuhnya?" Pria berbaju hitam itu mengenakan topeng, jadi Ye Yu tidak tahu wajahnya. Namun, dari jarak sedekat ini, pria itu bisa melihat wajah Ye Yu dengan jelas. Pria berbaju hitam itu tampak tidak percaya melihat Ye Yu, tetapi ekspresinya berubah begitu cepat sehingga tak ada yang bisa memastikannya. Ia melihat ke arah Bos Qin yang meringkuk di sudut tempat tidur, lalu kembali ke arah Ye Yu. Ia tampak ragu sejenak, tetapi tetap diam. Setelah keraguan singkat, pria berbaju hitam itu seolah menyerah. Ia menyimpan belatinya, menatap Ye Yu sekali lagi, lalu menghilang dari ruangan dalam sekejap. Ye Yu benar-benar bingung. Bagaimana mungkin pihak lain pergi begitu saja? Bahkan jika ia tiba-tiba muncul, seharusnya pria itu bisa mengalahkannya semudah membalik telapak tangan. Apakah agak tidak masuk akal jika dia pergi tanpa melakukan apa-apa? "Lupakan," Ye Yu memutuskan untuk berhenti memikirkannya. Ia harus segera mengobati lukanya—menutupinya dengan tangan tidak akan menyelesaikan masalah. Ye Yu merobek selembar kain dari tirai di samping tempat tidur dan membalut lukanya. Setelah itu, ia berbalik menghadap Bos Qin yang masih gemetar. Meskipun bukan adegan pamer yang menyenangkan seperti yang kubayangkan, diganggu oleh pria tadi mungkin bukan hal buruk. Ye Yu menyeringai nakal dan perlahan mengeluarkan pisau kecil dari sakunya. Jantung Tuan Qin, yang baru saja lega, kembali berdebar kencang. Ia berhasil selamat dari satu orang, tetapi yang ini juga bukan orang baik. Mulutnya masih tersumbat, ia tidak bisa berteriak, dan ia terjebak di tempat tidur, tak bisa melarikan diri. Ye Yu mengacungkan pisau kecil itu, mendekati Bos Qin, dan tersenyum licik. Ia tidak takut Bos Qin tahu siapa dirinya, karena Bos Qin sudah tahu sejak lama. Ia dengan nakal menyentuh-nyentuhkan pisau ke wajah Bos Qin, membuat pria itu begitu ketakutan hingga hampir menangis. Melihat Bos Qin yang ketakutan, Ye Yu merasa cukup puas, lalu berkata perlahan, "Pertama, Jun Yuelai tidak boleh lagi mencari masalah dengan Feng Yuxuan. Kedua, kau sebaiknya berhenti menyebarkan rumor buruk apa pun yang ingin kau sebarkan. Ketiga, kalau itu orang yang tadi, kau pasti sudah mati, tahu?" Bos Qin menatapnya dengan mata ketakutan dan mengangguk penuh semangat. Melihat itu, Ye Yu merasa kasihan dan mencabut sumbatan dari mulutnya. Napas Bos Qin terasa jauh lebih lega. Ia menenangkan hati yang ketakutan, lalu bertanya dengan kebingungan, "Mengapa kau menyelamatkanku?" Ye Yu terkekeh, "Siapa sangka? Aku awalnya datang ke sini untuk memberimu pelajaran! Tapi sebaiknya kau ingat, hanya karena aku menyelamatkanmu hari ini tidak berarti aku orang yang baik hati. Jika kau berani melawanku lagi di masa depan, maka kemampuan yang kupakai untuk menyelamatkanmu hari ini juga..." Ia membuat gerakan membunuh dengan tangannya. Ketika Bos Qin melihat ini, dan memikirkan bagaimana rumahnya telah diserbu oleh dua orang "kejam" dalam satu malam, ia kembali panik. "Pahlawan, ampuni nyawaku! Pahlawan, ampuni nyawaku! Jangan khawatir! Aku tidak akan pernah melakukannya lagi! Tidak akan pernah ada lagi! Mulai sekarang, 'Junyuelai' dan 'Fengyuxuan' akan jadi teman baik! Teman baik!" Bos Qin ketakutan hingga terus membungkuk. Melihat dia mengucapkan sumpah seperti itu, Ye Yu mendengus, menyimpan pisaunya, memberi isyarat peringatan kepada Bos Qin, lalu menyelinap pergi lagi di balik kegelapan malam. Hari ini benar-benar kekalahan; ia gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bahkan cedera. Ye Yu berjalan ke arah Feng Yuxuan, mencengkeram lengannya, dan mendesah dalam-dalam. Di dalam ‘Fengyuxuan’, kamar Qiu Fu masih terang benderang. Di depannya berdiri seorang pria berpakaian hitam, tak lain adalah Xiao Tang, pelayan yang menemani Ye Yu siang itu. Saat Qiu Fu mendengarkan laporannya, ia memasukkan surat ke dalam amplop. "Saya mengerti. Ingat, temui Tuan Wu lagi dan urus semuanya. Lalu, kirimkan surat ini kembali ke kediaman Tuan Keempat dan tunggu Tuan Keempat kembali sebelum mengambil keputusan." Xiao Tang mengangguk setuju, lalu bertanya, "Bagaimana dengan ‘Junyuelai’?" Qiu Fu ragu sejenak, lalu berkata, "Kita tinggalkan saja dulu dan lihat bagaimana keadaannya." Setelah menerima perintah, Xiao Tang mundur. Qiu Fu bersandar di kursinya, memikirkan laporan Tang Yun. Ye Yu, bocah itu, menyelinap ke ‘Junyuelai’ tengah malam untuk mengancam Bos Qin. Meskipun terluka, keterampilan dan keberaniannya memang menunjukkan bakat yang menjanjikan!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD