Bab 17: Hati Seorang Seniman, Siapa yang Tahu?

1998 Words

Setelah menghabiskan camilan, Jiang Yue tiba-tiba menoleh ke Ye Yu dan bertanya, "Ada teh, tidak?" Ye Yu tersenyum kecut. "Kenapa harus aku yang menyiapkannya juga?" "Ya ampun, tidak lihat kita sedang kedatangan tamu agung?" kata Nona Jiang sambil menunjuk Lianxiang yang duduk anggun di tengah. Ye Yu menghela napas sambil mengusap keningnya. "Sepertinya aku juga tamu di sini... Dan kau ini sudah kelewatan, tahu tidak..." Melihat raut wajah Ye Yu, amarah Jiang Yue makin memuncak. "Ye Yu! Bertele-tele sekali! Aku cuma minta dibuatkan teh!" Ye Yu mencibir, lalu dengan malas bangkit. "Begini nih, gara-gara kebiasaanmu yang tidak pernah berubah, selalu seenaknya menyuruh orang, makanya pacar-pacarmu itu pada tidak tahan. Siapa coba, cowok waras mana yang mau jadi pacarmu dan diperlakukan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD