Hari hari kurasakan bergerak dengan sangat lambat. Semuanya mungkin terlihat baik baik saja dari luar. Tetapi di dalam rumah ini, seolah ada bara panas yang siap membakar semuanya kapan saja. Dalam diamku, dalam ketenangan yang terus berusaha aku jaga, ada cemburu yang berusaha aku tekan dalam dalam. Kubiarkan Mas Adit punya waktu untuk menyesap sesuatu yang manis itu, kehadiran Aisha Humairah. Mahluk mungil yang mungkin tidak akan pernah bisa kuberikan untuk Mas Aditya. Perlahan tetapi pasti, Mas Adit seperti menemukan dunia yang baru. Kesukaan yang baru. Kini, sesaat sebelum berangkat ke kantor, Mas Adit akan menyempatkan diri menyambangi kamar Adelia. Ia akan berada di sana untuk beberapa lama sambil memandangi Aisha Humairah, bayi mungil cantik yang seolah memiliki magnet cinta. Wa

