Bab 18. Merasa Sendirian

1549 Words

18. Aku Merasa Sendirian. Aku bangun dengan kepala pening. Semalaman aku nyaris tak bisa tidur, dan tenggelam dalam tangis. Aku tidak tahu apakah perasaanku ini beralasan atau tidak, yang jelas feelingku merasa ada sesuatu yang berbeda. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa, baru karang saja bisa hancur jika terus menerus dihantam ombak, setidaknya perumpamaan itu juga cocok untuk menggambarkan bahwa hati manusia yang nota bene lebih rapuh, akan lebih mudah goyah dibanding batu karang. Entahlah, selepas kepulangan Adelia dan Mas Adit setelah magrib tadi, kesedihan luar biasa yang aku rasakan mulai menjajah jiwa. Mas Adit yang dahulu begitu antipati terhadap Adelia, bahkan tidak mau berinteraksi secara dekat dengan madu belia itu, kini seakan sedang menjilat ludahnya sendiri. Mas Adi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD