Bab 36

1033 Words

[Iya, Mas, mungkin sudah menjadi nasib kami begini,] balasku. [Kalian sabar ya, orang sabar rezekinya pasti lancar,] ujar Mas Rendi lagi. Aku pun mengamini perkataannya, sebab ucapan yang baik ya wajib kita amini. Karena itu merupakan doa untuk kita. *** "Amira, kamu mau nggak bekerja di oerusahaanku?" tanya Mas Rendi, saat ia berkunjung ke rumahku. "Sebagai apa, Mas?" tanyaku. "Menjadi asisten pribadiku, kalau aku mau pergi ke mana pun kamu juga harus ikut serta. Kira-kira kamu mau nggak?" tanya Mas Rendi. Aku pun bingung mesti menjawab apa, sebab aku juga memang sedang membutuhkan pekerjaan. Aku juga tidak mungkin, harus terus-menerus numpang hidup kepada Mas Raka. Aku tetap harus mempunyai penghasilan sendiri. Walau Mas Romi masih tetap suka mengirimi uang sebulan sekali, tetapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD