Janji Sekuat Baja

1220 Words

“Aku mencintaimu.” Mungkinkah dia hanya memimpikan kata-kata itu? Langit tidak yakin dengan apa yang dia dengar. Mungkin hanya mimpi, pikirnya. Cahaya matahari mengintip lewat jendela kaca besar yang mengelilingi kamar mereka, menarik Langit dari tidur nyenyak yang dia rasakan. Dia meregangkan otot-ototnya, menoleh ke samping hanya untuk menemukan sisi sebelahnya kosong. Tidak ada Senja. Langit mendaratkan tangannya dan merasakan dingin menusuk telapak tangannya. Sejak kapan Senja tidak di sini? pikirnya bingung. Mengabaikan ketelanjangannya, Langit berdiri menuju kamar mandi dan membukanya. Kosong. Sosok Senja tidak ada di dalam. “Senja!” serunya saat meraih jubah dan mengenakannya. Tidak ada sahutan. Langit mulai mengelilingi apartemen untuk mencari keberadaan Senja—hanya untuk menya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD