Mimpi Buruk

1748 Words

“Wow, ini…” “Aku tahu, menakjubkan, bukan?” Senja mengangguk tanpa ragu. “Langit Samudera, kurasa kau baru saja mencetak sejarah. Terima kasih karena menunjukkan ini padaku.” Langit tertawa. Dia mengikuti arah pandang Senja, menatap Times Square yang mengiklankan produk terbaru La Rose yang baru saja mereka luncurkan. “Sama-sama. Aku senang kau menyukainya.". “Kita harus merayakannya!" “Menurutmu begitu?” tanyanya tersenyum, semangat Senja menular padanya. “Tentu saja, varian Parfume La Rose terjual habis dan harus produksi ulang. Kita harus merayakannya. Kau, seperti biasa memang mengagumkan." Pujian Senja menghangatkan dadanya. Dia mengeratkan pelukan, mendaratkan dagunya di cekukan leher istrinya. Istri? Kata itu terdengar aneh dan juga asing, tapi entah bagaimana dia menyukainy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD