“Silakan di minum. Uang anda akan siap dalam 10 menit.” Senja menatap jam tangannya, gelisah dengan waktu yang terus bergulir. Dia memperbaiki topi bisbolnya saat mendongak, menatap dingin pria bersetelan rapi yang menatapnya penuh hormat. “Aku tidak punya waktu sebanyak itu. Siapkan uangnya dalam 5 menit,” ucapnya tegas, tidak ingin dibantah. “Tapi, Bu…” “Lakukan atau aku terpaksa melakukan tindakan yang akan membuat pantatmu berakhir di jalanan. Suamiku pasti senang mendengar bagaimana istrinya diperlakukan seperti penjahat di tempat ini.” Senja mengatakannya dengan nada semanis madu, tapi bahkan orang buta sekalipun bisa merasakan ancaman dibalik kata-kata itu. Ancaman itu rupanya berhasil membuat si manager bank ketakutan. Bibirnya bergetar dan wajahnya menjadi pucat pasi. Dia ber

