Chapter 5

1395 Words
Sementara diperjalanan pulang elang masih saja memikirkan kejadian tadi apalagi ia memikirkan ucapannya yang terakhir yang tiba-tiba keluar dari mulutnya ntah disengaja tau memang real dari hatinya tapi ia juga tak tau siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti. Setibanya dirumah Elang melihat ada satu mobil sedan yang terparkir didepan halamannya ia begitu penasaran namun ia juga tak asing lagi dengan warna dan plat mobil itu Elang langsung masuk kerumahnya dan ternyata benar kalau yang datang adalah sepupunya, tamara Wicaksono elang sering manggil dia Ara “hey boy.. lama ya gak ketemu” ucap tamara yang sudah berdiri didepan pintu itu “ara kamu ngagetin aja” serunya dan mereka berdua duduk disofa “sama siapa kesini? Kapan nyampe?” tanya Elang meneguk air minum yang sudah disediakan oleh bi imah dari tadi “sendiri kira-kira 10 menit yang lalu gitulah, kamu dari mana sepupu?” tanya tamara menyilangkah kakinya “dari rumah temen” jawabnya “temen? Siapa? Kenalin kali..” ucapnya secara ia tau kalau sepupunya itu baru beberapa bulan di Indonesia dan ia juga tau kalau Elang adalah sepupunya dengan sifat tertutup dan pendiam “iya nanti aku kenalin..” “by the way.. hubungan kamu sama si rasty gimana? Apa dia masih ngejar-ngejar kamu?” tanya ara yang tiba-tiba saja membahas rasty namun itu tak dipermasalahkan oleh Elang karna hanya tamaralah yang tau sifat rasty selama ia pacaran dengannya sementara kedua orangtua elang sama sekali sibuk hingga anaknya pacaran pun mereka tidak tau “ya gitu tadi dia minta tolong sama aku buat nemenin dia beli s**u anaknya terus pas pulang aku dipanggil papanya kita ngobrol dan…” ucapnya terhenti “dan apa ?” tanya tamara penuh dengan penasarannya “dan papanya nyuruh aku supaya nikahin rasty” lanjut elang lagi sontak ara kaget dengan jawaban Elang “what?! Gak salah? Terus kamu mau?” tanya tamara kemudian Elang hanya menggelengkan kepalanya saja “oh syukurlah.. terus gimana dengan perasaan papanya?” “aku juga gak tau udahlah ara aku gak mau bahas-bahas dia lagi” katanya bersandar disofa empuknya itu “terus..apa kamu gak mau cari perempuan lain? Come on you must move on elang ..” ucap tamara yang selalu memberikan support kepada sepupunya itu “ada memang, wanita yang begitu cantik menurutku dan dia mahasiswa ku sendiri” jawabnya “kalau memang dia baik kenapa gak kamu jadikan aja dia pacar kamu?” “aku masih ragu ara” jawabnya singkat “why?” tanya tamara “aku merasa ada yang disembunyikan darinya” kata Elang “I know pasti kamu mikir kalau dia udah punya pacar kan? Ya gitu kebanyakan perempuan yang cantik pasti jelas udah ada pacarnya dan susah banget untuk dapetinnya.” Jelasnya karna tamara sudah mengalaminya “tapi, apa kamu yakin kalau pria yang saat ini bersamanya setia dengannya ? ingat Elang sebelum janur kuning melengkung kamu bisa mendapatkannya tapi ingat dengar cara yang sehat kamu pahamkan maksud aku?” ucap tamara “ya aku paham. Thanks ya.” “okey.. yaudah deh aku mau tidur bentar ntar malam kita ke mall ya, mau beli baju temenin aku” ucapnya beranjak pergi dari sana sementara Elang kembali meresapi ucapan tamaea sepupunya itu kalau apa yang dibilangnya semua itu ada benarnya. *** Malam hari pun tiba kini Elang dan Tamara tengah bersiap-siap untuk pergi kesebuah mall yang tak jauh dari rumah mereka didalam mobil tamara tengah asik chat dengan sang pacar sementara Elang terus fokus ke depan. Setibanya mereka di mall itu mereka langsung masuk dan Elang langsung ke toko baju dimana banyak sekali baju-baju yang sangat disukainya. "Elang kira-kira ini cocok gak buat aku?” tanya tamara mengepaskan stelan baju yang begitu cerah ditubuhnya “bagus..” jawabnya begitu singkat karna Elang tak begitu paham dengan baju-baju wanita “mba, yang ini satu terus ini dan ini bugkus segera ya” pinta tamara memberikan baju-baju yang ia pilih tadi ke salah satu spg itu. Selesai membayar mereka kembali melanjutkan ke sebuah toko sepatu tamara berkali-kali memilih sepatu namun tidak ada yang cocok sama sekali tamara dan Elang pergi ke toko sepatu yang lain namun Elang memilih untuk menunggu diluar sedang asik memilih milih sepatu, tiba-tiba ada seorang wanita yang langsung merebut sepatu pilihan yang sudah ada ditangan tamara tadi “maaf mba, ini saya duluan yang dapet” ucap tamara begitu lembutnya “sorry, tapi saya duluan..” ucap wanita itu yang tak mau kalah “mba, saya duluan yang nemu dari tadi mba datang-datang main ambil aja” kata tamara lagi menahan emosinya “enak aja ini saya duluan ya!! Siniin!” wanita itu langsung merampas sepatu yang tamara pegang tadi karna tamara orang yang begitu tak suka dikasarain dengan cepat ia kembali merampas sepatu itu hingga terjadilah keributan itu “mba! Mba baru pertama kali belanja disini ya! Mba tau kan kalau saya duluan yang dapetin sepatu ini!!” bentak tamara hingga orang-orang yang ada didalam sana pada melihat kearah mereka. “eh! Loe kalo ngomong jangan asal ya!! Gue duluan yang dapet sepatu ini!!” bentak wanita itu lagi yang juga tak mau kalah mendengar suara mereka afisan langsung masuk mencari kemana sumber suara itu “mba!! Kalo ngomong jangan kasar ya! Anda di ajarkan etika tidak!!” “udah deh gak usah banyak omong deh loe! Sini sepatunya.” Ketika mereka terus-terusan merebutkan sepatu itu, Elang dan pria yang bersama wanita itu datang menghampiri mereka kemudian menghentikan keributan itu “ara udah” ucap Elang “honey.. stop!” ucap pria itu yang ternyata pria bule. Elang yang melihatnya sangat mengenali pria itu ya pria bule yang kemarin ia temui disebuah supermarket ketika ia pergi bersama rasty “you!” seru pria itu melihat Elang namun tak ia hiraukan “ara ini ada apa sih, kenapa sampe ribut gini?” tanya Elang tak mengerti jalan ceritanya dari awal “aku duluan yang dapetin sepatu ini tapi ni cewek asal main ambil aja” jawab tamara menatap sinis wanita yang berada didepannya “heh! Gue duluan ya yang dapat!” bentaknya. Elang kemudian mengambil sepatu itu dari tangan tamara kemudian ia mendekati wanita itu “ini kamu ambil kita gak butuh dan saya rasa masih banyak diluaran sana mungkin kamu sangat membutuhkan ini.” Ucap Elang memberikan sepatu itu namun langsung ditepis oleh pria bule itu dengan kasarnya “loe kira gue gak bisa beliin sepatu cewek gue hah? Loe jangan menganggap remeh gue ya! Loe ambil aja deh sepatu ini.!” Bentaknya namun Elang begitu sabar walau sebenarnya ingin ia layangkan sebuah pukulan ke wajah tampan itu Elang menghelakan nafasnya kemudian menarik tangan tamara untuk pergi dari sana sepatu yang tadi ia pilih kini tak jadii ia beli. "Lang tunggu dong..” seru tamara memanggilnya karna Elang berjalan begitu cepat sampai Elang tak bisa menyusulnya “ya kamu cepetan” ucapnya tak menoleh kebelakang "Elang iihhhh” akhirnya elangpun berhenti menunggu tamara sampai ia berada disampingnya “lang aku lapeerr..” ucapnya meringis seperti anak kecil “yaudah kita makan tu disana ada restoran” ajaknya menuju restoran yang ada didalam mall itu. “mba, nasi goreng satu, jus jeruk dua trus mi goreng satu” ucap tamara Sebari menunggu pesanan mereka datang tamara masih kepikiran wanita itu karna baru kali ini ia menghadapi wanita yang menurutnya gila. “iihh kesel banget gue sama tu cewek!!” gerutunya namun Elang tak begitu memperdulikannya “lang.. coba loe tadi gak datang mungkin udah gue cakar tu muka” geramnya lagi mengungkapkan semua isi kekesalan terhadap dirinya tak berapa lama pesanan mereka pun tiba dan mereka langsung menyantap makanan itu Selesai sudah mereka makan Elang dan tamara melanjutkan perjalanan mereka kembali untuk mencari keperluan tamara selama menginap dirumah elang ketika mereka tengah asik berjalan tanpa disengaja Elang melihat seorang pria bule yang tengah sedang adu mulut dengan wanita bersama anak kecil Elang merasa ia kenal dengan sosok wanita itu. “ara...kita disini dulu” ucap Elang “kenapa ?” tanya tamara begitu bingung dengan Elang sampai-sampai mereka harus berhenti sejenak melihat keributan disana yang tak jauh dari mereka, Elang begitu tak asing lagi dengan wanita itu terutama anak kecil yang bersamanya “itu Alya sama Aliya dan itu bule yang tadi, astaga apa jangan-jangan..” batinnya *** “kamu tega banget sih, giniin aku! Apa salah aku alex sampai-sampai kamu selingkuh sama cewek ini!!” bentak Alya menunjuk kearah wanita yang sekarang bersama alex sedang Aliya tak bisa apa-apa “udah deh gak usah drama! Loe tu Cuma cewek yang bisa nya morotin uang cowok gue aja, yakan!” tuding cewek itu dengan mentahnya karna tak terima dengan ucapan cewek itu alya langsung menampar pipi wanita itu. “jaga mulut loe ya!! Dasar wanita *** loe!!” bentak Alya lagi yang memang sudah menitihkan air matanya “kurang ajar loe ya!!” cewek itupun tak terima dengan perlakuan Alya sampai akhirnya ia ingin melayangkan tamparannya juga ke Alya namun itu tertahan karna Elang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD