“kamu dimana ?” tanya seorang wanita yang sepertinya selalu bersama dirinya
“aku dirumah teman saya, kenapa?” tanya Elang begitu lembutnya bicara ketika bersama seorang wanita
“temenin aku .. s**u anak aku udah habis” ucap wanita itu lagi.
Sebenarnya Elang begitu malas berurusan dengan wanita itu lagi tapi bukan Elang namanya kalau kasar ataupun mencuekkan wanita tanpa sebab
“yaudah kamu dimana sekarang?” tanya Elang lagi
“aku dirumah.. kamu jemput aku ya ” pinta wanita itu lagi
“yaudah aku kesana sekarang” ucapnya mengakhiri pembicaraan mereka.
Elang kembali menghampiri Alya dan aliya yang sedari tadi berdiri menunggu Elang
“alya, saya pamit pulang ya..” ucap Elang
“oh yaudah, makasih ya” ujar alya
“liya.. kakak pulang dulu ya lain kali kakak main lagi deh kerumah” ucap Elang sedikit nunduk didepannya sambil mengelus rambut anak berumur 15 tahun itu
“janji ya kak..” seru aliya mengacungkan jari kelingkingnya kemudian dibalas dengan Elang
“iya janji.. yaudah kakak pulang ya..” ucapnya menaiki motornya kemudian pergi melajukan motornya menemui seorang wanita yang tadi menelfonnya
“kak?” panggil aliya
“iya kenapa dek?” jawab alya
“kakak pacaran aja ya sama kak Elang soalnya kak elang tuh baik banget” ucap Aliya kembali mengungkit kejadian tadi
“kenapa kamu bisa menilai orang begitu cepatnya dek? Sementara kamu baru kenal sama dia beberapa hari yang lalu” tanya Alya lagi
“aliya yakin aja kalau kakelang itu baik dari pada kak alex bahkan Aliya belum pernah tu diajak jalan-jalan sama dia” ucapnya yang memang tidak begitu suka dengan pacar Alya yang sekarang keturunan prancis itu
“tapi kan…” belum selesai alya melanjutkan omongannya Aliya sudah memotongnya duluan
“pokoknya aliya mau kakak sama kak elang toh papi sama mami juga gak gitu suka sama kak alex karna mereka udah nilai kalau kak alex gak ada sopannya yaudah deh itu keputusan kakak aja aku ngantuk” ucapnya pergi masuk kerumah meninggalkan alya berdiri sendiri sedang alya terdiam dan kembali meresapi apa yang dikatakan sang adik ada benarnya
“ya Tuhan.. apakah semua itu benar.. hamba mohon berilah petunjukmu” batin alya
***
“aku udah didepan rumah kamu” kata Elang melalui ponselnya
“kamu masuk dulu ya ” ucap wanita itu
“maaf ras bukannya aku gak mau aku gak mau aja nanti ada kesalahpahaman apalagi banyak warga disini” ucap Elang
akhirnya wanita itu mengalah namun sebenarnya ia ingin sekali kalau Elang mampir sebentar untuk masuk kedalam melihat anaknya
“yaudah deh..” ucapnya menutup telfonnya tak berapa lama akhirnya wanita itu keluar dari rumah kemudian menghampiri Elang yang sedari tadi menunggunya
“maaf ya nunggu lama” ucapnya namun Elang hanya memberikan senyumannya wanita itu langsung naik ke motor Elang dan langsung saja Elang melajukan motornya ke sebuah supermarket terdekat.
***
Singkat cerita mereka tiba disana dan wanita itu turun dari motor Elang
“kamu gak ikut?” tanya wanita itu
“gak usah deh kayaknya aku disini aja ya” ucap Elang wanita itu langsung masuk kedalam untuk membeli s**u anaknya sebari menunggu Elang memainkan ponselnya diatas motornya.
“iya sayang,, secepatnya kita menikah yaa”
“kamu jangan bohong yaa,,, aku tu sayaang banget sama kamu” ucap wanita itu mencium pipi kekasihnya
Elang merasa terganggu dengan suara menggelikkan itu ia pun melirik kekanannya ternyata seorang bule bersama wanita biasa yang sepertinya orang Indonesia dan mereka ingin masuk kedalam mobil dalam keadaan pelukan sebari memperlihatkan kemesraannya didepan umum Elang sama sekali tidak suka dengan gaya pacaran yang terlalu berlebihan walaupun ia sering melihatnya di paris waktu dulu namun itulah kenyataannya ia sama sekali tidak suka.
“hey you! Ada apa lihat-lihat dari tadi?” bentak pria bule itu dengan logat pprancisnya yang merasa kalau dari tadi mereka diperhatikan Elang
“nothing” jawab Elang begitu singkatnya
“why you see our? What’s wrong?!!” bentak pria bule itu lagi dan ingin menghampiri Elang kemudian menghajarnya namun wanita yang sekarang bersamanya langsung mencegahnya
“honey.. udah deh gak usah dihiraukan mungkin dia iri karna gak ada pacarnya udahlah ayo pulang aku udah cape” ucap wanita itu langsung saja mereka masuk kedalam mobil dan pria itu melajukan mobilnya begitu cepat.
“udah yuk pulang” ajak wanita yang tadi bersama Elang
“udah siap?” tanya Elang hanya dibalas dengan anggukan.
***
Singkat cerita mereka pun tiba dirumah wanita itu dan tak disangka sangka ada seorang pria paruh baya yang tak lain ayah dari wanita itu sedang duduk santai di halam rumah mereka
“elang..” panggil pria itu dengan lidah yang keluh dan bergetar yang tak sanggup lagi untuk berbicara
“ papa aku manggil kamu” ucap wanita itu pelan Elang hanya bisa melihat pria itu begitu lemahnya tak berdaya lagi dengan duduk diatas kursih rodanya
“iya aku tau..”jawab Elang tak bisa berkata apa-apa lagi
“elang sini..” suruh pria paruh baya itu.
Elang yang tak tega dengannya mengikuti kemauan pria itu sebenarnya ia tak mau namun Elang benar-benar tak tega dengan pria itu
“iya om..” katanya
“menikahlah dengan anak saya” ucap pria itu sontak membuat Elang kaget dan tak menyangka bagaimana bisa bapak tua ini menyuruhnya menikahi anaknya sementara Elang sudah tak mau lagi dengannya karna alasan tertentu
“maaf om, saya tidak bisa..” ucap Elang menolaknya dengan lembut bahkan ia takut jika nanti terjadi sesuatu dengan pria tua ini kalau permintaannya ditolak
“kenapa lang?” tanyanya lagi dengan suara yang bergetar disertai batuk dan sesak dibagian dadanya
“saya hanya tidak mau saja kembali ke masa lalu saya dan saya tidak mau kejadian itu terulang kembali” ucap Elang sedang wanita itu hanya bisa mendengar pernyataan dari Elang tak disangka-sangka wanita itu meneteskan air matanya
“dan saya juga tidak mau mencampuri urusan RASTY lagi om.. saya minta maaf karna saya benar-benar tidak mau kembali lagi bersama dia.” Sambung Elang lagi begitu hancur hati papa rasty kala itu mendengar semua pernyataan yang keluar dari mulut elang terlebih sang anak yang masih mencintainya
“mengapa kamu tidak mau kembali dengannya nak? Apa kamu tidak kasihan dengannya dan anaknya? Apa kamu tidak tau kalau suaminya tidak perduli lagi dengannya? Bahkan pria itu tak menganggap rendi sebagai anaknya?” ucap papa rasty dengan suara yang terbata-bata namun keputusan Elang tidak bisa diganggu lagi karna bagaimana pun juga kejadian itu sudah terlalu menyakitkan hatinya
“saya tau om tapi keputusan saya tetap ditangan saya dan saya juga sudah ada calon pendamping hidup bahkan kita akan segera menikah” ucap Elang asal namun itu adalah jawaban yang terbaik menurutnya untuk bisa mengelakkan kemauan papa rasty
“maafkan saya om…saya permisi dulu” pamit Elang meninggalkan mereka berdua. Rasty sedari tadi hanya bisa mendengarkan ucapan Elang bahkan ia tak menyangka kalau ternyata. Elang sudah ada calon pendamping hidupnya kelak rasty begitu penasaran dengan calon Elang itu namun disisi lain Elang juga tidak tau siapa pendamping hidupnya nanti.
“sudahlah pa, elang itu punya hak untuk menentukan pilihannya mungkin kami belum jodoh..” ucap rasty begitu lemah untuk berbicara kepada sang ayah ia memutuskan untuk masuk kedalam dengan deraian air matanya papa rasty sama sekali tak bisa berkata apa-apa ia tak menyangka ternyata Elang yang dulu sangat disenangi oleh papanya begitu tega sampai tak mengabulkan permintaannya.