Chapter 3

3571 Words
seperti biasa Alya bangun kesiangan dengan segera Aliya membangunkannya dengan cara menyipratkan udara ke muka Alya sampai ia mendapat sesuatu yang basah di hasilkan. “Kakaaaak bangun dooongg !!!” teriak Aliya menarik selimut Alya namun yang ada Alya tak menggubris teriakan sang adik "iiss kakaaakk .. ntar aku telaat" ucapnya lagi "sama pak ujang doong" suruhnya "emang kakak gak kuliah?" tanya Aliya. Namun Alya hanya menggelengkan hanya kompilasi Aliya ingin turun dari tempat tidur Alya tak sengaja tangan Alya tersentuh oleh Aliya, Aliya merasakan hal yang aneh seperti panas yang menempel pada diri sang kakak. "Kakak sakit?" tanya Aliya langsung menempelkan punggung tangan kanannya ke kening Alya namun Alya tak menjawab menjawab untuk tidur “ya ampun kak, panas bangeet” ucap Aliya. Aliya menjadi rumit karna ia tak tau harus kemana membawa Alya, sedangkan orangtuanya masih dibiarkan beruntung diponsel Aliya ada nomor dokter pribadi mereka dengan segera Aliya menelfon dokter agus yang sering dikunjungi keluarga Ramadhan jika mereka sakit “om .. ke rumah sekarang ya om, kak tiyara tiba-tiba badannya panass "ucapnya getir menelfon menyanyikan dokter yang ada di rumah sakit " demam tinggi kakak kamu liya? " tanya sang dokter “iya om, buruan ya om Aliya tunggu, Aliya gak mau liat kak tiyara sakit gini” ucapnya lagi yang memang begitu sayang dengan sang kakak “Yasudah kamu tenang ya om segera ke rumah” bicara pun diakhiri. Kini Aliya kembali menyelimuti tubuh Alya saat ia meminta izin ke gurunya karna tak bisa masuk hari itu juga sebari menunggu, Aliya memberikan kabar kepada teman Alya, Tasya dan Amel. Tak berapa lama akhirnya dokter agus pun tiba di rumah mereka dan langsung masuk dianter langsung oleh bi atun "gimana bisa ta?" tanya agus sebari mengeluarkan stetoskop dari dalam tasnya dengan dirilis di seluruh tubuh Alya "Alya juga gak tau om pas mau bangunin kak tiyara badannya tu panas banget" “Syukur kamu langsung hubungi om kakak kamu jangan terlalu parah ini resep buat kakak kamu tolong kamu tolong ke kakak kamu dan harus diminum rutin yaa” pesan agus berikan selembar kertas di Aliya “iya om, makasi ya om” ucap Aliya “sama- sama kalau begitu om permisi dulu ya ”pamitnya. Kemudian Aliya mengantar dokter agus didepan pintu kamar Alya saja, Aliya langsung turun kebawah mengambil air putih untuk diberikan ke Alya. “Kak bangun bentar ini obatnya kakak harus minum kalo gak panasnya gak turun” ucap Aliya sedikit menggoyangkan tubuh hijauil Alya yang masih terbaring lemah di atas kasurnya “iya taruh disitu aja dek, kakak masih lemes” jawabnya pada saat terpejam “Kakk jangan gitu dong dulu kalau aku sakit terus aku gak mau minum obat kakak marahin masa iya aku marah kakak yang lebih tua dari aku” ucapnya lagi, Alya langsung tersenyum meminta kakaknya supaya bisa membantunya dengan tetap “iya iyaa .. yaudah sini” ucap Alya. Alya bangkit kemudian diraihnya obat yang sebelumnya berada ditangan Aliya satu persatu ia minum obat itu dan selesai sudah dikembalikan lalu Aliya kembali kebawah mengambil makanan untuk Alya karna ia tau kalau dinyanyikan belum ada makanan. “Kak makan dulu ni aku suapin ya” ucapnya tanpa basa lagi Alya langsung saja mulutnya dan dengan telaten Aliya menyuapi kakaknya hingga nasi pun habis dipiring itu tanpa sisa. "Kamu kenapa gak sekolah?" tanya Alya "Aku mau jagain kakak" jawabnya begitu singkat tapi Alya paham betul alasan tersebut "makasi yaa .. meskipun kamunya sering bawel tapi kakak tu akuaang banget sama kamuu" ucap Alya langsung memeluk sang adik kemudian Aliya pun balas pelukan berharap karena sang kakak “ia kak sama-sama .. Aliya seneng deh punya kakak yang baik, cantik pula cerewet ”dumelnya“ emu kamu ini ujungnya gak enak banget ”ambek Alya belum mau mempermasalahkannya mereka terus menikmati makanan bercinta *** “ Alyaaa ”teriak perempuan dari lantai bawah rumah Alya yang tak berpisah Tasya teman Alya yang mampir ke rumah “eh bukan Tasya sama non Amel .. non Alya nya ada dikamarnya bukan” ucap bi atun menghampiri mereka karna bi atun mendengar suara dari ruang tamu “Oh oke deh bi, kita ke atas ya bi” ujar Amel. Amel dan Tasya langsung naik keatas menuju kamar Alya mereka pun masuk gitu aja tanpa ketuk pintu karna memang kamar Alya pun tak dikunci. “Alyaa” teriak Amel masuk gitu aja Alya pun bukan kagetnya utama “Ameell !!! Loe kebiasaan banget sih jadi orang !! ” omelnya melempar bantal kecil kearahnya “ya maaf kan loe tau sendiri kalo kita tu suka gini” jawab Tasya duduk dibangku bersama Amel “bodoo” “Aliya mana Al?” tanya Amel tak melihat Aliya berkeliling kamar Alya termasuk rumah “dibelakang tadi ngambil sesuatu katanya gak tau apa” jawab Alya gitu aja sebari memainkan ponselnya “eh pak Elang nyariin loe tu” ucap Tasya "Terus?" tanya Alya sok tak suka perduli namun hati berkata lain karna lebih suka ia suka meminta Elang bertanya memintanya “ya gak ada sih cuma melihat aja tumben aja gitu dia nanyain loe” sambungnya lagi “ya mungkin dia ngefans sama gue cewek cantik dikampus gue ”Ucapnya pede merasa tak berdosa “ diihhh- “ucap Tasya. Tiba-tiba ponsel Alya berdering yang kelihatannya Elang lah yang menelfon ingin rasanya ia mengangkat namun tidak mungkin karna di dalam kamar itu ada Amel dan Tasya. “Duh ngapain juga sih dia nelfon sekarang malah ada Tasya sama Amel lagi” batin Alya terus perhatikan layar ponselnya sampai Tasya yang memperhatikannya bertanya heran karna Alya minta ponselnya berdering terus “angkat kali Al” seru Tasya “Alaahh Udahlah orangutan iseng ni gak ada Namanya” ucap Alya berbohong Langsung meletakkan ponselnya dibawah bantalnya “ya siapa tau aja Penting mungkin Orangtua loe Yang nomor baru” ucapnya Lagi “ya gak mungkinlah sya nyokap gue mana mau pake nomor baru” kata Alya “terserah loe deh ”ucap Tasya lagi. Deringan ponsel itu pun berhenti sekarang Alya diterima kembali ponselnya, tiba-tiba sms masuk yang ternyata Elang mengirim pesan singkat kediri Alya langsung dibuka dan membacanya. * kamu kenapa gak datang tadi? * tanya Elang melalui sms * aku sakit, tiba tiba tiba tinggi gak tau kenapa * balas Alya. Kemudian pesan itu dikirim sebari menunggu balasan, Alya memanggil bi atun melalui telfon yang ada dikamarnya yang menggantikan tersedia juga didapur. “Bii bikini jus jeruk 3 yaa” titah Alya “baik non” jawabnya patuh. Tak lama lagi sms Elang pun datang lagi. * kenapa gak bilang? Yaudah nanti sakit saya ke rumah * ucapnya lagi “aduuh gimana ya kalo dua anak ni belum pulang juga masa iya gue usir, ah udahlah-“ batinnya. Alya memilih untuk menerima balasan sms Elang dan berbaring di tempat tidurnya beberapa menit kemudian minuman pun datang yang mengantar adalah Aliya sendiri. “Kak Tasya sama kak Amel ini minumnya” ucap Aliya sambil menambahkan minuman itu di atas meja belajar Alya “Aliya kamu baik banget sih” puji Amel langsung menegukkan minuman itu karna memang bisa haus “iya doongg hehe ..” “ya baiklah orang memenangkannya juga baik” ucap Alya pede “Baik dari mana loe? Orang gue minta minuman loe aja susahnya minta ampuun "ledek Amel tertawa lepas dengan cepat Alya melempar bantal yang ada dikasurnya itu " Amel rese loe yaa !!! " geramnya. Sekarang mereka berempat yang ada dikamar memilih sibuk dengan aktivitasnya sendiri Alya masih sibuk dengan ponselnya sedang Amel dan Tasya memainkan ipadnya Aliya pun masih terus meawat sang kakak sebari menyuapi Alya makan siang memakan Kini tersedia telah dilihat 4 sore, sementara Alya kembali teringat untuk menelepon Elang akan datang kerumahnya. “Duuh udah jam 4 lagi Tasya sama Amel belum pulaang .. gimana doong” batinnya menerima gelisah. Tak berapa lama ponsel Alya berdering sms masuk yang ternyata dari Elang. * saya sudah dijalan * ucap Elang "tuh kaann ,," ucap Alya. Alya memilih untuk pasrah Dari pada ia harus menyuruh peserta untuk pulang yang ada mereka akan mendapatkan penasaran “Kami pulang ya udah sakit ni ntar nyokap kita nyarin lagi” ucap Tasya memakai baju merapikan dan rambutnya “huuhh syukur deehh” Alya melamun “Alllyaaaa! ! ” teriak Tasya tepat dikuping Alya “Ttaassyaa Isshh loe kebiasaan bangett siihh” omelnya sedang Tasya hanya bisa tertawa “yaudah deh kita pulang yaa .. dahh Aliya” pamitnya “dadahh kak, hati-hati yaa” pesan Aliya. Sekarang mereka berdua pun sudah menurun Rumah tangga Alya, satu persatu kemudian langsung masuk ke mobil masing-masing menancapkan gas ke daerah rumah mereka selang beberapa menit mobil sport merah pun masuk ke dalam rumah Rumah Alya terparkir rapi didepan pria tegap berkulit putih ini langsung turun dari mobilnya tak lupa ia melepaskan kaca mata hitamnya dan tak disangka-sangka elang membawa sebuket mawar merah besar yang akan ia berikan ke alya dipindahkan. “Permisi bi” ucap Elang sangat sopan dan ramahnya “eh den Elang ya? Ayo masuk den, bukan Alyanya ada di atas den dikamarnya ”ucap bi atun. Elang berjalan sendiri naik keatas menuju kamar Alya, kompilasi ingin membuka pintu kamar itu Aliya keluar tiba-tiba tiba Elang tak jadi memegang pegangan pintu kamar itu. "Eh kak Elang .. baru datang kak?" tanya Aliya “iya ni .. kakak kamu mana?” tanya Elang begitu lembutnya “ada di dalam kak masuk aja deh, tapi Aliya tinggal dulu ya kak soalnya Aliya mau ke rumah temen ada tugas yang mau diambil” ucap Aliya “oh yaudah .. hati-hati kamu yaa” pesan Elang mengelus rambut Aliya karna memang sudah dianggapnya sebagai adik. Perlahan Elang membuka pintu itu sedikit lagi sampai terlihatlah seluruh badan Alya yang terduduk diatas ranjangnya. “Hey ..” sapa Elang melengkungnya senyumannya “hey…” jawab Alya membalas senyuman itu. Elang Berjalan mendekati Alya Dan Alya mengatur POSISI duduknya “ini untuk review kamu, Dikawatirkan Sembuh yaa ..” ucap Elang memberikan mawar Tadi Ke Alya. Alya langsung meraihnya kemudian ia langsung mencium naik yang begitu harum aromanya. "Makasi ya .." ucapnya. Elang pun duduk dibangku dekat Alya dan masih belum ada suara yang terbuka dari mulut mereka Elang masih terus melihat wajah cantik Alya sampai ia menikmati ada sesuatu yang memperhatikannya. “Ngapain sih liatin aku terus? Gak pernah liat orang cantik? ” ucapnya pede meletakkannya diatas meja yamglu disampingnya “gak boleh?” tanya Elang beli alisyarat “boleh sih, tapi aku naik aja gitu kalo diliatin teruss” jawab Alya memainkan ponselnya “kamu udah berobat?” tanya Elang dibalas dengan anggukannya "Kapan?" tanya Elang lagi begitu perhatiannya dengan Alya padahal mereka sama lagi tidak ada ikatan selain sebagai mahasiswa dan dosen “kita tu punya dokter pribadi tadi pagi Aliya nelfon dokter itu” ucap Alya menjelaskan kronologi kejadian tadi pagi “oh ..” jawab Elang begitu cepat dapat padat. Obrolan terus berjalan sampai akhirnya 7 Elang masih di dalam kamar Alya, ia begitu nyaman di dalam di sana bahkan ia tak begitu memperdulikan pekerjaannya demi Alya ntah mengapa Elang menambahkan demikian yang diungkapkan ia membuka karangan yang berkesan suka karna menggunakan pun terulang kembali. "Udah malem kamu gak pulang?" tanya Alya “ngusir?” tanya Elang “Enggak..aku kan Cuma bilang aja lagi kamu dosen pasti banyak kerjaannya” ucap Alya lagi. Elang pun kembali dari duduknya siap untuk pulang kerumahnya. "Mau kemana?" tanya Alya Lagi “bukannya kamu Bilang Tadi? Saya mau pulang "ucap Elang mengambil kaca mata hitamnya yang tergantung di kaos birunya " iihh kan aku hanya melihat, kamu mah gitu cepet banget ngambeknyaa "ucap Alya memanyunkan bibirnya kemudian Elang hanya dapat melihat manis melihat tingkah terkaitwanya yang satu ini, Elang tak mengambil mendorong ntah Kenapa ia langsung mendaratkan kecupannya ke kening Alya cukup lama hingga Alya merasa tenang dihatinya "Aku harus pulang karna memang udah malem dan kamu kan harus istirahat besok aku kerumah lagi ya .." "Aku pulang ya .. kamu lekas pulih dan harus beristirahat" pesan Elang sudah berdiri didepan pintu kemudian ia keluar dan menutup pintu kamar Alya. Alya masih terdiam dengan kejadian yang diberikan sebelumnya oleh Elang ntah apa yang saat ini ia rasakan ingin memuaskan ia tak perlu lagi, Alya langsung naik dari duduknya ia melihat Elang dari jendelanya yang telah masuk ke mobilnya Alya langsung melayangkan mobilnya kearah pengiriman. "Ya Tuhaan .. aku merasakan sesuatu dihatiku ntah itu yang dinamakan cinta atau itu yang dinamakan perhatian saja .. apakah dia jodohku? Lalu bagaimana dengan Alex ”batin Alya kembali mengingat sang kekasih yang selama ini berada di jerman dan tidak menceritakan ceramah kepada Elang *** Jam weker sekarang berdering dikamar pria tampan itu dengan segera ia naik dari tempat tidurnya dan langsung masuk kekamar mandi untuk diperbaiki mandi Elang langsung memakai kemeja putih dan tak lupa ia mengenakan rompi yang gitu ngepas ditubuhnya. Selesai semuanya ia pun menyemprotkan parfum kesukaannya dan langsung turun kebawah untuk sarapan. “Pagi mas Elang” sapa bi imah pembantu rumah Elang yang setia bekerja “Pagi bi” jawab Elang sambil menunggingkan senyumnya kemudian ia duduk sambil duduk sambil berkata “mas Elang setiap hari cakep pasti banyak ni yang suka sama mas Elang” puji Imah populer dengan ocehannya namun Elang begitu terhibur dengan karya seni itu “bibi bisa saja. . ya bibi doakan saja bisa saya dapat pendamping hidup saya yang cocok dan pas tidak seperti masa lalu saya ”ucap Elang yang kemudian diaminkan oleh bi imah. Elang terus mengunyah roti yang tadi dia oles dengan selai kacang seusai makan ia langsung berangkat ke kampus tak lupa ia ijin dengan bi imah, bi biah hanya sekedar menanyai pelayan saja Elang terus menghormatinya ia adalah orangtuanya setibanya di kampus Elang langsung memarkirkan motornya yang selalu besar pakai kompilasi pergi ke kampus ia langsung berjalan mengitari jalan menuju kantornya dan tiba di sana ia masuk ke ruang pergi. Sementara dikelas Alya, Alya sudah bisa kuliah walau belum fit total. “Al loe kok udah kuliah? Kan loe masih sakit "ucap Tasya begitu khawatir dengan keadaan sahabatnya itu " gue gak mau ketinggalan pelajaran sya, nanti gue gak bisa wisuda lagii "jawabnya “Ya tapi kan loe bisa permisi sama dosen pembimbing” sambung Amel duduk disebelahnya “udah deh, gue gak mau aja lama-lama dirumah manja banget sih, bukan Alya kalau mau terus-terusan dirumah” ucapnya ngawur. Waktu pun sudah mulai pukul 8 dan sekarang selesai siswa masuk ke kelas mereka sesuai dengan jurusan mereka pelajaran pertama pun harus mereka bahas sampai selesai. Singkat cerita Alya, Amel, Tasya langsung menuju kantin dan tak disangka-sangka kompilasi melewati ruang dosen Alya melihat Elang tengah mengobrol dengan wanita yang sama seperti kemarin Alya langsung mengonversi karna namun dia tak mau mempercayakan wanita itu. "Apa kamu mau makan apa Al?" tanya Tasya yang siap memesan makanan "roti bakar keju aja sama jus jeruk" jawab Alya “Kalo gue nasi goreng sama jus melon” sambung Amel. Dengan segera Tasya pergi untuk memesan makanan terletak kantin dan ruang dosen tidak begitu jauh sebelum Alya menoleh kebelakang yang benar-benar masih ada Elang dan wanita yang tengah mengobrol. "Eh loe liatin siapa sih?" tanya Amel yang sangat aneh dengan sikap Alya sedari tadi melihat kebelakang “eng..gak gakpapa kok.” Jawabnya bohong. Akhirnya Tasya pun tiba dengan pesanan yang mereka pesan sebelumnya mereka langsung menyantap makanan yang selesai tanpa sisa seusai makan mereka kembali ke kelas karna Elang akan masuk ke kelas mereka. Setibanya Elang dikelas terlihat dari wajah Alya yang begitu datar ntah apa yang ia rasakan semenjak ia melihat Elang tengah mengobrol dengan wanita itu namun ia sedang mencari profesional dan mengambil pelajaran yang diminta oleh Elang, sedangkan Elang baru dapat membantu Alya sudah masuk kuliah, jadi sudah perkuliahan hari ini Alya dkk langsung pulang dan kompilasi diparkiran Elang sudah duluan ada belum ada wanita yang bersama-sama kompilasi Alya ingin masuk ke ponsel ponselnya berbunyi yang membuktikan Elang lah yang menelfonnya. "Dia nelfon, mau ngapain ya." Batinnya dan akhirnya Alya menjawab, “iya?” jawab Alya “kamu dimana?” tanya Elang yang memang berjauhan parkiran mereka “diparkiran, kenapa?” tanya Alya lagi “Kamu pulang sama aku ya” ajak Elang dan Alya langsung tersentak mendengar ajakan Elang itu “apa? Ya gak mungkinlah ini masih lingkungan kampus masih banyak orang yang mau dilihatin ntar mereka mikirin yang enggak-enggak ”jawab Alya beribu alasan belum semua benarnya masih bebas disangka-sangka. “Hey ayo naik” ajak Elang mengagetkan Alya yang ternyata sudah ada disampingnya dengan motor gedenya. "Kamu..kok .." Alya tak menyangka begitu cepat Elang bisa disampingnya. “Ayo naik, ntar mobil kamu dibawa sama montir pribadi saya” ucap Elang lagi “tapi ..” belum selesai Alya ngomong. Tiba-tiba Elang menarik tangan Alya dengan lembutnya naik naik dan akhirnya Alya pun menerima kemauan dosen bahasa itu, Elang langsung melanjutkan motornya ke sebuah restoran yang memang sudah semula rencananya agar mau makan Alya makan siang kompilasi dari sana mata mahasiswa di sana tertuju pada mereka sampai Alya harus menahan malu karna bagaimana pun juga ia tidak mau dicap sebagai mahasiswa ganjen. “Tuuhh kann semua pada liatin gue” batin Alya menutup nutup mukanya dengan telapak menyetujui ia sama sekali tak memakai helm “gak usah dihiraukan mereka” gumam Elang angkat coba “Gak usah gimana? Aku tu malu "gerutu Alya begitu kesal dengan tindakan Elang sebaliknya namun elang hanya tersenyum tak mau menjawabnya lagi selama diperjalanan sama sekali lagi tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka sampai Alya tak membawa sedikitpun " pegangan, ntar makin "ucap Elang karna mau Alya menunggu begitu tegap "masa sih gue peluk dia .." batin Alya. Elang yang tak sabar menunggu jawaban dari Alya langsung meraih tangan kedua Alya yang diangkat untuk memeluknya, Alya hanya bisa pasrah. “Gue nyaman banget sama dia dan jantung gue kenapa detak kencang gini ya pas didekat dia” batin Elang lagi. Alya mulai merasakan sesuatu dari kemenangan, tak terasa kini tibalah mereka disebuah restoran mewah yang begitu besar dengan cepat Alya turun dari motor Elang karna ia tak mau berlama-lama duduk disitu sebelum masuk Elang sedikit merapikan rambut Alya yang jadi bisa sampai-sampai Alya terdiam dibuatnya . “Maaf ya kalau cuma bisa ngajak kamu naik motor jadi gini rambutnya” ucap Elang sebari merapikan rambut panjang Alya “Lain kali deh saya bawa mobil” sambungnya lagi. Namun Alya masih diam dan kompilasi mau masuk Elang langsung menggandeng pendaftaranwinya itu menuju meja, Alya sama sekali tak mengerti maksud semua ini, katanya, baru mau bertanya, siapa yang diangkat, apakah dosennya bukan kekasih, mau ditonton. “Mohon mau pesan apa ..” ucap salah satu pelayan disitu dengan ramahnya menyediakan menu untuk mereka berdua “mau pesan apa kamu?” tanya Elang masih membalik balikkan menu halaman itu satu persatu. “Terserah kamu aja” jawab Alya “kok terserah memangnya ada menu ya terserah?” ucapnya bergurau namun Alya sama sekali tak memberikan senyumannya itu "yaudah deh mba, steak ayam dua, sama jus alpukat dua" ucap Elang "baik, tunggu saja ya pak..permisi" ucapnya pergi. Lagi dan lagi masih belum ada yang memulai perbincangan sampai akhirnya Alya mengalah. "Kamu kenapa bawa aku kesini?" tanya Alya "karna mau makan" jawabnya sederhana “Ya aku tau, gak mungkin ke restoran berenang” dumelnya begitu geram dengan jawaban Elang barusan “hahaha kamu lucu ya” ucap Elang tertawa kecil “hmm .. lama kali kamu pergi aku kesini maksudnya apa? terus naik kamu maksain aku naik motor kamu? ” tanyanya beribu tanya dengan perlahan Elang membaca nafasnya yang kemudian akan ia jawab “aku ingin berdua dengan kamu” jawab Elang asal. Namun memiliki arti Alya langsung pangling dibuat Elang meminta jawaban yang barusan ia lontarkan diminta dengan lembut tanya ia tak yakin dengan jawaban Elang namun ia sudah tau jika Elang memiliki sifat yang lembut tetapi Alya masih berfikir tentang wanita yang ingin berkeliaran ingin meminta ia meminta tolong katanya Untuk Elang tapi belum. “Permisi pak, ini pesanannya ..” ucap pelayan itu yang baru datang dengan membawakan pesanan mereka tadi “terima kasih ya” ucap Elang “sama-sama .. selamat menikmati ..” ucap pelayan itu. Kemudian ia pergi kembali ke dapur Elang langsung menyantap makanan itu tetapi tidak dengan Alya yang masih saja memperhatikan Elang, Elang begitu paham dengan Alya karna ia masih bingung dengan jawab barusan. “Ayo makan gak usah mikirin jawaban saya tadi” suruh Elang. Alya langsung menyantap makanan itu dengan lambat sampai akhirnya mereka pun selesai. *** “makasi ya” ucap Alya turun dari motornya “iya sama-sama” jawab Elang “Kak tiyaraaa” teriak seorang anak kecil dari dalam rumah yang tak lain adalah adik kandung Alya, Aliya langsung lari keluar menghampiri kakaknya dan Elang “kakak kemana aja sih aku cariin dari tadi dirumah aku mobil kakak tapi kakak gak ada” celotehnya terus menunggu Alya tak bisa menjawab pertanyaan dari sang adik "udah ni nanyanya?" tanya Alya dengan santainya “kak Elang .. kakak habis jalan-jalan ya sama kak tiyara?” tanya Aliya sedang Elang tiba-tiba mengkerutkan dahinya “kak tiyara? Siapa liya? ” tanya Elang belum tahu kalau tiyara adalah nama panggilan rumah Alya “kak tiyara itu kak Alya kak, kalau dirumah berbicara kak tiyara” jelas Aliya begitu centilnya walau ia sudah kelas 1 smp "Ohh .. iya ni kakak sama kakak kmu habis jalan-jalan gakpapa kan kalo kakak ajak kakak kamu jalan-jalan?" tanya Elang memberikan senyuman manisnya kepada adik Alya yang sedari tadi mengoceh tanpa hentinya “ya boleh dong mau beli pacaran, boleh bangeett” kata Aliya begitu ceplosnya tanpa dosa. Lebih dari manusia yang didepan Aliya begitu kaget mendengar diklaim sang adik barusan yang keluar dari mulutnya, Alya puas ntah itu hanya bersenang-senang bercanda atau betulan penuh percaya begitu yakin gunakan sang adik selalu suka bercanda tapi ntah kenapa Elang malah mengira itu adalah hal yang beneran akan muncul hadir. “Kak Elang, sih mau aja tapi gak tau kakak kamu gimana” ucap Elang. Elang kembali terima kasih Aliya sebari ia melirik Alya yang sedari sebelumnya hanya terdiam, Elang melihat Alya seperti kegelisahan ia menerima jika ada hal yang mengganjal didirikan berharap ia yakin kalau Alya sudah punya kekasih. “Kak tiyara pasti mau dong .. yakan kak” ucap Aliya menyenggol tubuh Alya namun Alya masih bengong “kak ..?” panggil Aliya “eh..i..iya kenapa dek?” tanya Alya tersadar dari lamunannya "kakak mau kan sama kak Elang?" tanya Aliya lagi “nih anak bikin malu kakaknya aja, iihh Aliyaaa” batin Alya kalah malu dari tadi didepan sang dosen tiba-tiba ponsel Elang berdering dengan cepat ia mengangkatnya “terus ya ..” ucap Elang agak menajauh sedikit dengan Alya dan Aliya “Siapa ya” batin Alya penasaran dengan orang yang menelfon Elang itu “iya ras?” jawab Elang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD