Part 12

1410 Words
Bianca masuk ke dalam rumahnya. “Lama ya” ucap Vero “Jangan interogasi gue” ucap Bianca “Ngapain aja lo? Lama banget” ucap Vero “Kepo” ucap Bianca “Jadi kalian pacaran?” tanya Vero “Enggak!” jawab Bianca cepat “Lah terus ngapa dinner segala?” tanya Vero “Suka-suka gue lah!” jawab Bianca “Udah, gue mau ke kamar” pamit Bianca dan segera berlari ke kamarnya Tiba di kamar, Bianca menghempaskan tubuhnya di kasur miliknya. Drrrt…. Drttt…. Handphone Bianca bergetar tanda ada panggilan masuk. Bianca melihat nama yang tertera di panggilan itu dan ternyata Kent yang menghubunginya. “Halo” ucap Bianca saat sudah menerima panggilan itu “Halo” sapa Kent “Kenapa?” tanya Kent “Ha? Kan lo yang nelfon gue” ucap Bianca bingung “Lah iya?” tanya Kent “b**o” ucap Bianca kesal Kent tertawa. “Canda elah” ucap Kent “Kenapa?” tanya Bianca “Ah itu” jawab Kent “Kenapa?” tanya Bianca “Itu loh” jawab Kent “Apas sih?” tanya Bianca mulai kesal “Makanan pilihan gue tadi enak gak?” tanya Kent “Lo nelfon cuma mau nanya itu?” tanya Bianca “Iya, hehe” jawab Kent Bianca mendengus kesal. “Jadi gimana?” tanya Kent “Enak” jawab Bianca “Seriusan?” tanya Kent “Iya, ngapain bohong coba” jawab Bianca Kent tertawa. “Udah kan?” tanya Bianca “Belum” jawab Kent “Mau nanya apa lagi?” tanya Bianca “Gak ada sih” jawab Kent “Lah terus?” tanya Bianca “Gue lagi bosan” jawab Kent “Ya lo hubungi teman lo lah” saran Bianca “Malas ah” tolak Kent “Ah sial!” umpat Bianca “Kenapa?” tanya Kent “Gue lupa! Gue besok ada ulangan” jawab Bianca “Ulangan apa?” tanya Kent “Kimia” jawab Bianca “Eh gue udah”ujar Kent “Mau soalnya gak? Gue masih ingat” tanya Kent “Lo benar-benar ajaran sesat ya” ucap Bianca “Ya gue cuma kasih kemudahan” ujar Kent “Gue belajar dulu deh ya?” tanya Bianca “Ya udahlah” jawab Kent Bianca memutuskan panggilan itu dan segera mengambil bukunya untuk belajar. Karena sudah agak malam, akhirnya Bianca begadang hingga pukul satu pagi. ******* Bianca masuk ke kelasnya dengan langkah lemas dan di sambut oleh ketiga temannya. “Kenapa lo?” tanya Levina “Kayak zombie hidup muka lo” ucap Bella “Gue begadang” jawab Bianca “Sampai jam berapa emang?” tanya Sella “Jam satu pagi” jawab Bianca Mereka tertawa. “Kenapa ketawa?” tanya Bianca “Masih sampai jam satu pagi” jawab Sella “Gue udah malah sampai jam dua pagi, biasa aja tuh pas paginya” sambung Sella “Lah gue sampai jam empat pagi” ujar Levina “Gue sampai jam dua pagi sih” ujar Bella “Lah sampai jam empat pagi? Ngapain aja itu?” tanya Bianca “Maraton drama korea” jawab Levina sambil tertawa “Kan pulang sekolah bisa nonton sih, ngapain mesti begadang?” tanya Bianca “Ih gak bisa! Gue udah penasaran sama alur ceritanya” jawab Levina Bianca mengangguk pahm dan meletakkan tasnya. “Oh iya, gue disuruh nyokap les nih” ucap Sella sedih “Ya les ajalah” ucap Levina “Malas” keluh Sella “Malas kenapa?” tanya Bella “Gue sendiri, gak ada yang gue kenal” jawab Sella “Ya kenalanlah” ucap Bella “Canggung” ucap Sella “Kalian ikutan les yuk!” ajak Sella “Ah enggak mau! Daftar drama korea yang mau gue tonton masih banyak” tolak Levina “Ih bisa-bisanya drama korea lebih penting dari gue” ucap Sella “Ya soalnya ini darurat Sel” ucap Levina “Kepala lo darurat!” ucap Sella Levina tertawa. “Bel-“ “Gue anti les, nilai gue makin rendah kalau les” ucap Bella memotong ucapan Sella “Kok bisa gitu?” tanya Sella bingung “Serius, Sel! Gue gak bohong” jawab Bella “Bi” panggil Sella “Gue gak suka les, gak enak les” tolak Bianca “Ih kalian jahat banget!” ucap Sella “Ajak apa aja deh! Asal jangan les” ucap Bella “Les di mana emang?” tanya Bianca “Les di Vivian Revolution” jawab Sella “Di mana itu?” tanya Bianca “Terkenal gitu, masa lo gak tahu?” tanya Sella balik “Ya tempat les kan banyak, mana hafal gue” jawab Bianca “Di dekat arah pasar malam” jelas Sella “Pasar malam itu di mana lagi?” tanya Bianca “Ya ampun kita dulu pernah ke sana” jawab Sella “Sekarang pasar malamnya buka lagi” sambung Sella “Yang kapan?” tanya Bianca “Pikun banget sih lo” ucap Levina “Tahun lalu padahal” sambung Levina “Oh yang itu” ucap Bianca “Udah ingat?” tanya Sella Bianca menggangguk. “Nah di sekitar situ” ucap Sella “Ohh” ucap Bianca “Ajak pacar lo aja tuh” saran Levina “Ha iya! Kak iki aja ajak” sambung Bella “Kalau dia ikut pun, bakalan beda kelas. Kan tingkat kelasnya beda” ucap Sella “Gue mau cari yang bisa sekelas” sambung Sella “Oh iya juga ya” ucap Bella Sella terus merengek pada Bianca, Levina dan Bella. Namun hasilnya tetap nihil. Guru masuk dan kelas dimulai. ****** Bel istirahat berbunyi. Semua murid langsung menghela nafas lega. Semuanya menuju ke kantin untuk mengisi perut yang lapar. Bianca dan teman-temannya, setelah bakso pesanan mereka datang, mereka duduk di bangku yang masih kosong sambil memakan bakso masing-masing. “Bi” panggil Levina “Ha?” tanya Bianca sambil menoleh melihat Levina “Lihat tuh!” ucap Levina sambil menunjuk sesuatu Bianca mengikuti arah tangan Levina yang menunjuk Ardhan sedang memakan mie ayam bersama dengan Dira. Bianca mengerucutkan bibirnya. “Udah, cemburunya nanti aja. Makan dulu biar ada tenaga” ujar Sella “Eh! Gue baru ingat! Semalam lo jadi jalan sama Kent?” tanya Bella “Bukan jalan, Bel. Dinner doang” jawab Bianca sambil mengingatkan “Ya sama aja sih menurut gue” ujar Bella “Beda” ucap Bianca “Lancar enggak?” tanya Sella “Lancar” jawab Bianca “Tapi gue kesal” sambung Bianca “Kesal kenapa?” tanya Levina “Gue nunggu datang lima belas menit dari waktu janji, lah dia datang lewat dari lima belas menit waktu janji” jawab Bianca “Telat kenapa dia?” tanya Bella Bianca mengedikkan bahunya. “Kok gak tahu? Lo gak nanya sama dia kenapa telat?” tanya Bella “Gue udah nanya ke dia” jawab Bianca “Terus?” tanya Bella “Dia gak mau kasih tahu” jawab Bianca “Buat penasaran aja” ujar Bella “Itu makanya” ucap Bianca kesal “Gue malah nunggu sejam dong dan kalian tahu karena apa kak Iki telat?” tanya Sella “Karena apa?” tanya Bianca “Karena main game, dia lupa gara keasikan main” jawab Sella “Habis gue omelin kak Iki” sambung Sella “Enak banget punya pacar” ujar Bella “Lo mau gue kenalin?” tanya Sella “Gak, gue anti kenal mengenalkan kayak gitu” jawab Bella “Sama. Gue juga” ucap Levina Di sisi lain, Bianca masih memperhatikan Ardhan yang masih tampak asik berbicara dengan Dira sambil makan. Bianca menghela nafas kasar. ***** Sekarang adalah jam terakhir. Bianca maju ke depan kelas menghampiri guru untuk meminta izin ke toilet. Setelah diizinkan, Bianca melangkahkan kakinya untuk menuju toilet dan memilih untuk melewati kelas Ardhan. ‘Kayaknya lagi jam kosong’ batin Bianca Bianca memperlambat langkahnya saat berjalan di depan kelas Ardhan. “Lo les?” tanya Iki Ardhan mengangguk. “Lah di mana?” tanya Vero “Di Vivian Revolution” jawab Ardhan Vero mengangguk paham. “Dimas juga les di sana mulai lusa” ujar Ardhan “Tumben lo mau les” ucap Vero “Biar berakhlak sedikit otak gue dari pada lo” ucap Dimas “Kurang ajar” ucap Vero Dimas tertawa. Bianca mempercepat langkahnya setelah mendengar beberapa percakapan mereka dan menuju toilet. Setelah selesai dari toilet, Bianca cepat-cepat menuju kelasnya. Bianca duduk dan mengikuti pelajaran kembali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD