Bianca mempercepat langkahnya setelah mendengar beberapa percakapan mereka dan menuju toilet.
Setelah selesai dari toilet, Bianca cepat-cepat menuju kelasnya.
Bianca duduk dan mengikuti pelajaran kembali.
Bianca mendekati Sella untuk berbisik pada Sella.
“Lo les di Vivian Revolution kan?” tanya Bianca
Sella mengangguk.
“Gue ikut” ucap Bianca
Sella membelalak kaget.
“Seriusan?” tanya Sella
Bianca mengangguk.
“Kenapa tiba-tiba mau?” tanya Sella
“Nanti deh ngomongnya, nanti dimarahin kalau ketahuan cerita gini sama guru” jawab Bianca
Sella mengangguk paham.
Beberapa menit kemudian, bel pulang berbunyi.
Sella langsung menghampiri Bianca setelah guru keluar dari kelas.
“Seriusan ikut?” tanya Sella
Bianca mengangguk.
“Kok tiba-tiba mau?” tanya Levina
“Gue tadi ke toilet, gak sengaja dengar percakapan kak Ardhan. Dia les di tempat les lo juga” jawab Bianca
“Giliran kak Ardhan aja ya, lo pasti mau” ucap Sella
“Oh yaudah kalau gitu gak jadi” ucap Bianca
“Eh iya-iya” ucap Sella
“Lo ikut ya?” bujuk Sella
Bianca tersenyum.
“Aman” jawab Bianca
“Bokap nyokap lo bolehin?” tanya Bella
“Boleh, gue udah disuruh les juga, tapi gue yang nolak, hehee” jawab Bianca
Levina, Sella dan Bella hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Jangan gitu dong! Kalian aja malas kan les” ucap Bianca
“I-iya sih” ucap Bella dan Levina
Gantian, kali ini Bianca yang menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Jadi lo daftarnya kapan?” tanya Sella
“Nanti aja kali ya?” tanya Bianca
“Ha iya nanti aja” jawab Sella
“Gue temenin” sambung Sella
“Oke” ucap Bianca
Setelah selesai, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
******
Sampai di rumah, Bianca menemui ibunya.
“Ma” panggil Bianca
“Iya sayang?” tanya Vani
“Aku les ya” jawab Bianca meminta izin
“Loh tumben? Biasanya kamu nolak” ujar Vani
“Selagi mau, ma. Hehee” ucap Bianca
“Ya udah silahkan” ucap Vani
“Daftarnya kapan?” tanya Vani
“Nanti sih rencananya” jawab Bianca
“Kamu bisa daftar sendiri kan?” tanya Vani
“Bisa kok ma” jawab Bianca
“Berapa biayanya?” tanya Vani
“Kurang tahu sih ma” jawab Bianca
“Ya udah nanti mama kasih beberapa” ucap Vani
Bianca mengangguk.
“Terima kasih mama” ucap Bianca
Vani mengangguk seraya tersenyum.
Setelah pembicaraan selesai, Bianca menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.
Setelah mengganti pakaian, Bianca merebahkan tubuhnya sejenak.
Sambil menutup mata, Bianca mencoba untuk tidur walau hanya cuma sebentar.
Drrttt.... Drtt....
Handphone Bianca bergetar tanda ada panggilan masuk. Bianca mendesah kasar dan mengambil handphone miliknya itu. Melihat nama yang tertera yang ternyata adalah Sella. Bianca menjawab panggilan itu.
“Halo” sapa Sella
“Halo” sapa Bianca balik
“Kenapa?” tanya Bianca
“Daftarnya kapan?” tanya Sella
“Lo udah daftar?” tanya Bianca balik
“Udah kemarin, nyokap gue yang daftarin” jawab Sella
“Ohh” ucap Bianca
“Lo kapan?” tanya Sella
“Terserah lo aja” jawab Bianca
“Sekarang aja deh yuk!” ajak Sella
“Kenapa sekarang? Kan baru pulang, istirahat dulu lah” ucap Bianca
“Tadi kata lo terserah gue, gimana sih?” tanya Sella kesal
Bianca terkekeh.
“Ya biasanya lo suka nunda-nunda, eh kok malah cepat, makanya gue protes” jawab Bianca
“Soalnya nanti malam gak bisa” ujar Sella
“Kenapa? Tempat lesnya tutup malam?” tanya Bianca
“Bukan” jawab Sella
“Lah jadi?” tanya Bianca
“Gue ada kencan sama kak Iki” jawab Sella
“Kirain penting” ucap Bianca
“Heh! Bagi gue itu penting ya!” seru Sella
“Iya deh terserah lo” ucap Bianca
“Jadi nih kan sekarang?” tanya Sella
“Iya” jawab Bianca
“Oke, mantap” ucap Sella
“Sel” panggil Bianca
“Ha?” tanya Sella
“Jemput gue ya, hehe” jawab Bianca
“Lo yang butuh, kenapa gue yang jemput lo?” tanya Sella
“Oh ya udah! Gue gak jadi ikut les” ancam Bianca
“Eh iya-iya gue jemput” ucap Sella
Bianca terkekeh.
“Buruan siap-siap!” seru Sella
“Iya, santai” Bianca
“Santai kepala lo! Awas aja ya gue datang lo belum ngapa-ngapain kayak waktu itu” ucap Sella
Bianca tertawa.
“IYA TENANG AJA!” seru Bianca
Sella memutuskan panggilan itu dan Bianca segera bersiap-siap.
Sekitar empat puluh menit kemudian, Bianca yang sudah menunggu di halaman depan rumahnya mengomel sendiri karena Sella yang tidak kunjung datang.
Sampai akhirnya Sella datang, Sella yang tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa membuat Bianca sangat gemas.
“Masih bisa senyum lo?” tanya Bianca
“Ha? Bisalah” jawab Sella
“LO TELAT!” teriak Bianca
“Ya, maaf. Gue ada urusan bentar tadi” ucap Sella
“Urusan apa? Urusan keluarga?” tanya Bianca
“Selesai nelfon sama lo tadi, kak Iki nelfon juga jadi gue ngobrol sebentar sama kak Iki” jawab Sella
Bianca mengelus dadanya saat mendengar jawaban Sella.
‘Sabar Bi, makin sabar makin cantik’ batin Bianca menenangkan kekesalannya pada sahabatnya yang satu ini
“Ayo buruan!” ajak Sella
Bianca segera naik ke motor Sella dan pergi menuju tempat les itu.
Sesampainya di tempat les, Bianca turun dari motor Sella. Sementara Sella memarkirkan motornya terlebih dahulu.
Setelah selesai, barulah mereka berdua masuk ke tempat les tersebut.
“Selamat sore” sapa admin registrator
“Selamat sore kak” sapa Sella dan Bianca
“Ada yang perlu dibantu?” tanya admin registrator
“Mau daftar les, kak” jawab Sella
“Dua-duanya?” tanya admin registrator
“Enggak, kak. Dia aja, saya udah” jawab Sella
Admin registrator itu mengangguk paham.
Admin registrator itu mengambil formulir pendaftaran.
“Silahkan diisi ya” ucap admin registrator sambil memberikan kertas pendaftaran formulir itu pada Bianca
Bianca mengangguk dan segera mengisi formulir itu.
Sambil mengisi formulir, Bianca tidak sengaja melihat beberapa tumpuk kertas formulir pendaftaran yang sudah berisi. Di salah satu tumpukan, nama Ardhan terlihat di paling atas yang sepertinya Ardhan juga baru mendaftar kemarin, mungkin?
Bianca tersenyum dan semakin semangat mengisi formulir pendaftaran tersebut.
Setelah selesai, Bianca menyerahkan kertas formulir pendaftaran itu pada admin registrator tersebut.
“Kelas sebelas ya?” tanya admin registrator
Bianca mengangguk.
“Jurusan IPA?” tanya admin registrator
Lagi-lagi Bianca mengangguk.
Admin registrator itu memasukkan data tersebut pada komputernya.
Setelah itu, admin registrator menyebutkan jumlah uang yang harus dibayar dan Bianca memberikan uang tersebut.
“Oke, pendaftarannya untuk satu semester, betul?” tanya admin registrator
“Betul, kak” jawab Bianca
“Oke, les nya hari Rabu dan Kamis ya” ujar admin registrator
“Kak” panggil Bianca
Admin registrator itu menoleh.
“Ardhan yang itu masuk hari apa aja ya kak?” tanya Bianca
Admin registrator menoleh melihat kertas formulir yang ditunjuk oleh Bianca.
“Kamis dan Jumat” jawab admin registrator
Bianca melemas.
Melihat itu, Sella langsung bertindak.
“Kak, saya Kamis dan Jumat, boleh gak barengan sama teman saya ini?” tanya Sella
“Dia masuk les, karena mau dekat saya kak. Satu kelas gitu” sambung Sella beralasan
“Kalau mau ganti boleh” ucap admin registrator
“B-beneran kak?” tanya Bianca
Admin registrator itu mengangguk.
“Oke kak. Kamis dan Jumat satu kelas sama Sella” ujar Bianca
“Oke” ucap admin registrator
“Udah selesai ya” ucap admin registrator
Bianca bernafas lega.
“Terima kasih loh, Sel” ucap Bianca
Sella mengangguk.
Bianca dan Sella pamit untuk pulang.
“Eh- masuknya jam berapa?” tanya Bianca
“Malam” jawab Bianca
“Jam?” tanya Bianca
“Jam tujuh” jawab Sella
Bianca mengangguk paham.
“Akhirnya bisa dapat bonus dua hari untuk lihat kak Ardhan malam-malam” ucap Bianca
Sella memutar bola matanya malas.
“Ayo naik!” seru Sella
Bianca segera naik ke motor Bianca.
Dan akhirnya mereka pun pulang.