Part 6

1108 Words
Kring!!! Bel pulang sekolah berbunyi, surga bagi siswa dan siswi termasuk Bianca dan teman-temannya. "Lo kenapa Bi? Kok cemberut mulu dari tadi" Tanya Bella "Gak apa-apa" Jawab Bianca "Seriusan gak ada apa-apa?" Tanya Sella Bianca mengangguk. "Lo bohong ya, Bi? Cerita kek sama kita" Ujar Levina "Kak Ardhan mau nembak kak Dira" Ujar Bianca "Apa?! " Seru Bella "Lo tahu dari mana Bi?" Tanya Levina "Gue dengar sendiri" Jawab Bianca "Ya ampun, Bi. Sabar ya" Ujar Sella "Gue pengen move on aja deh" Ucap Bianca "Yang bener? " Tanya Bella. "Iya.Tapi gue bingung mau move on ke siapa? " Tanya Bianca "Pasti ada yang lebih baik kok, Bi" Ucap Sella Bianca mengangguk. "Lo pulang bareng siapa? " Tanya Sella "Kayaknya gue jalan" jawab Bianca "Abang lo ke mana?"Tanya Bella "Dia kayaknya udah pulang duluan" Jawab Bianca "Sama gue aja pulangnya, Bi" Ucap Levina "Gak usah. Gue jalan aja" Tolak Bianca "Kan jauh,Bi. Ntar lo capek" Ujar Levina "Kalau gitu sama gue aja" Ucap Sella "Lo kan bareng Bella" Ucap Bianca "Oh iya, gue lupa" Ucap Sella "Seriusan mau jalan, Bi?" Tanya Bella Bianca mengangguk. "Pesan ojek online aja. Atau gak taxi online? " Tanya Bella "Gue mau jalan aja" Tolak Bianca "Yaudah deh, kita duluan ya, Bi" Pamit Levina Bianca mengangguk. Mereka berpisah di gerbang. Dan Bianca segera melangkahkan kakinya untuk pulang. Tapi sebuah motor menghentikannya. "Jalan lagi?" Tanya Ardhan Bianca tersentak melihat Ardhan di depannya. "Kok terkejut gitu?" Tanya Ardhan "Gak apa-apa" Jawab Bianca "Abang gue mana?" Tanya Bianca "Udah duluan tadi" Jawab Ardhan 'Dasar abang laknat ' batin Bianca "Kok lo belum pulang?" Tanya Bianca "Baru selesai latihan basket tadi" Jawab Ardhan "Mau bareng?" Tawar Ardhan Bianca diam. Jika saja tadi dia tidak mendengar hal tadi. Pasti dia akan langsung menerima tawaran Ardhan. "Mau gak?" Tanya Ardhan "Gak usah" Tolak Bianca agak kasar "Lo kenapa? Kok kayak lagi kesal gitu?" tanya Ardhan "Lo gak perlu tahu" Jawab Bianca "Lo kenapa sih?" Tanya Ardhan "Gue bilang gak ada apa-apa. Lebih baik lo antar pulang aja tuh si Dira" Ujar Bianca keceplosan 'Anjirr, gue ngomong apa? ' batin Bianca Ardhan tersenyum. "Kok tiba ke Dira?" Tanya Ardhan "Udah deh. Gue mau pulang" Ucap Bianca sambil meninggalkan Ardhan. "Bi? Lo kenapa? Cerita kek! Kitakan sahabat" Ucap Ardhan Mendengar kata sahabat, hati Bianca serasa semakin sakit. "Iya. Gue tahu kita sahabat. Tapi bukan berarti semua masalah gue bisa diceritakan" Jelas Bianca "Lo lagi pengen sendiri?" Tanya Ardhan Bianca mengangguk "Yaudah. Gue pergi ya. Ntar kalau udah baikan hatinya, kabari gue" Ucap Ardhan sambil tersenyum Bianca hanya diam. Ardhan pergi, meninggal kan Bianca yang sekarang mulai melangkahkan kakinya kembali. "EEEHHH MINGGIR WOII" Teriak seorang laki-laki Bruuukkk!! Bianca tersenggol oleh motor tersebut dan membuatnya terjatuh. Motor tersebut memberhentikan motornya dan segera menolong Bianca. "Lo gak apa-apa? " Tanya laki-laki itu "Sakit b**o" Ucap Bianca "Yaelah neng, gak usah galak kali. Gue gak sengaja" Jelas laki-laki itu Laki-laki itu membantu Bianca berdiri. "Gue bawa ke rumah sakit? " Tanya laki-laki itu Bianca menggeleng. "Gak perlu" Jawab Bianca "Kenapa? Katanya sakit" "Udah terlanjur. Semuanya sakit. Hati gue, badan gue, kaki gue, semuanya" Ucap Bianca curhat 'Malah curhat' batin laki-laki itu "Gue mau tanggung jawab deh" Ucap laki-laki itu "Lo ngomong gitu, seakan-akan kayak ngehamilin gue aja" Ucap Bianca Laki-laki itu terkekeh. "Maksudnya gue antar pulang aja. Sebagai pertanggung jawaban atas kaki lo yang luka ini" Ucap laki-laki itu Bianca hanya mengangguk. Karena tidak memungkinkan jika dia tetap memaksa untuk berjalan dalam keadaan pincang seperti ini. “Kita mampir ke apotek aja dulu gimana? Kaki lo kan luka gitu” tawar laki-laki itu “Enggak perlu, gue obtain dirumah aja” tolak Bianca "Btw, nama lo siapa?" Tanya Bianca "Lo gak tahu nama gue?" Tanya laki-laki itu balik bertanya "Kalau gue tahu, gak mungkin gue tanyakan" jawab Bianca dengan tatapan tajam Andi terkekeh pelan melihat tatapan tajam Bianca. "Gue Andi. Kelas kita sebelahan" Ucap laki-laki yang ternyata bernama Andi "Ohh" "Yaudah naik!" "Lo gak bakalan ngapa-ngapain gue kan? Gak bakalan modusin gue kan?“ Tanya Bianca Andi terkekeh "Jangan kepedean neng. Gue gak bakalan macam-macam sama cewek tubuh rata kayak lo " Ucap Andi "Heh!! Maksudnya apa? " Tanya Bianca "Gak deh. Canda kok" Ucap Andi sambil tersenyum 'Wahhh, ganteng juga' batin Bianca "Jadi gak? Buruan naik! " Bianca mengangguk dan segera menaiki motor Andi. Andi segera melajukan motornya. ***** Ardhan merebahkan tubuhnya. Dan segera mengambil Hp nya dan mengecek grupnya bersama teman-temannya. Grup Kecchee Rizky : Hello Guyss Vero : Ada apehh?? Dimas : Apa? Rizky : Cuman ngetes jaringan Vero : Lu tahu golok? Rizky : Gak Vero : Bego Dimas : Usah meribut Ardhan : Golok itu kata lainnya b**o ya? Dimas : Itu g****k bego Rizky : b**o banget sih lu Ar Vero : Golok itu yang untuk motong bawang kan? Dimas : Itu pisau Ardhan : Jauh banget setan bedanya Vero : Golok sama pisau gak jauh beda kok sama-sama buat motong Dimas : Motong kepala lo kan? Vero : Jangan mulai Dimas : hehe Ardhan menutup hp nya. Tiba-tiba ada yang membuka kamarnya. "ABAAAAANG" teriak Lifa Ardhan tersentak. "Gak usah pakai teriak juga elah" "Ada bang Vero di luar" ‘Lah udah di depan rumah gue aja dia’ batin Ardhan "Iya-iya" Lifa dan Ardhan segera menuju teras rumah mereka dan menemukan Vero. "Ada apa?" Tanya Ardhan "Main ke rumah gue yuk" ajak Vero "Ngapain di sana?" Tanya Ardhan "Ngumpul-ngumpul aja. Ada Dimas sama Iki juga nanti" jawab Vero "Yaudah deh yuk" Ucap Ardhan "Lo gak ganti baju dulu?" Tanya Vero "Gak usah" jawab Ardhan "Larva, makasih ya udah panggilin Ardhan" ucap Vero "Nama gue Lifa bukan larva" ucap Lifa "Lo lebih cocok larva dibandingkan Lifa" ujar Vero "Pergi gak! Sebelum sandal gue melayang" ancam Lifa "Cieee marah yaa" ucap Vero "Iiiiiiiiiiiii" geram Lifa "Kita bisa pergi aja gak sih?" Tanya Ardhan "Yok lah" ***** Ardhan dan Vero sampai di rumah Vero. Saat Ardhan turun dari motornya, dia melihat Bianca yang juga baru sampai bersama dengan seorang cowok. "Eh lo gak bilang makasih?" Tanya Andi yang melihat Bianca hendak pergi begitu saja "Lo ngemis makasih dari gue?" Tanya Bianca "Anjir, setidaknya lo bilang makasih kek" "Yaudah makasih" "Gak ikhlas banget elah" "Makasih ya Andi yang baik nan tampan" ucap Bianca sambil tersenyum paksa "Nah gitu dong. Walaupun senyum terpaksa lo tetap cantik" ujar Andi "Lo bilang gue cantik ikhlas gak?" "Ikhlas lah" "Jadi lo tadi nolak pulang bareng gue gara-gara mau sama nih cowok?" Tanya Ardhan Bianca menoleh dan tersentak. "Eh bukan gitu Ar" "Good Girl" Ucap Ardhan sambil mengacak pelan rambut Bianca Bianca melihat Ardhan dengan tatapan bingung. Padahal tadi gue berharap lo cemburu - Bianca Carolline
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD