Suasana kembali hening setelah Zeva dan Selina selesai menikmati nasi goreng. "Kita pulang?" tanya Zeva. "Em..." Selina hanya berdehem. Tatapannya lurus ke depan tapi kosong. "Ada apa lagi dengannya?" batin Zeva. Pria itu melajukan mobil, tak ada pembicaraan hanya suara musik yang terdengar sampai mereka tiba di gedung apartemen. Setelah mobil terparkir, Selina langsung keluar dari mobil dan berjalan lebih dulu meninggalkan Zeva yang masih di dalam mobil. Zeva memang merasa bingung dengan perubahan sikap Selina tapi ia berusaha untuk tak ambil pusing. Sesampainya di apartemen, Selina langsung masuk kamarnya. Selina membaringkan tubuhnya di ranjang. "Suatu saat aku dan dia akan bercerai, bukankah itu bagus?" gumam Selina menatap langit-langit kamarnya. Ia memegang dadany

