Pernikahan Segera Berakhir

1247 Words

Jarum jam menunjuk pukul tujuh malam ketika langit Jakarta mulai menghitam, hanya menyisakan semburat jingga di ufuk barat yang perlahan lenyap ditelan malam. Jalanan dipenuhi cahaya lampu berwarna kuning, putih, merah yang berkedip dan bergerak dalam irama kota yang tak pernah benar-benar tidur. Zeva menggenggam setir dengan mantap, matanya sesekali berpindah dari jalan ke spion, memastikan mereka tetap di jalur. Di sampingnya, Selina membuka jendela sedikit, membiarkan angin malam yang hangat dan aroma khas Jakarta. Campuran asap knalpot, sate dari gerobak kaki lima, dan hujan yang baru saja reda masuk menyapu wajahnya. Klakson-klakson bersahutan. Dari balik kaca depan mobil, mereka melihat kerumunan pejalan kaki menyebrang, tukang ojek yang melaju gesit, dan pedagang asongan yang bert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD