Zeva Ke Swiss

1226 Words

Kantor sudah mulai dipenuhi hiruk-pikuk. Deru mesin fotokopi menyatu dengan dering telepon yang tak henti-henti. Para pegawai berlalu-lalang, sebagian menggenggam cangkir kopi, sebagian lain mengetik cepat di depan layar monitor, jari-jarinya menari seolah mengejar waktu, tumpukan berkas memenuhi meja-meja, menunggu disentuh dan diproses. Langkah kaki Zeva terus melaju tanpa melihat ke belakang, wajahnya datar dan dingin tidak seperti biasa membuat sebagian Pegawai tak berani menyapanya. Ia mendengar bisik-bisik beberapa orang saat ia melewati mereka. Tetapi Zeva tetaplah Zeva yang selalu melangkah penuh percaya diri. Ia masuk ke ruang kerjanya, tak lama Nora sang Sekretaris cantik menyusul. "Pak Zeva, saya baru saja mendapat telepon dari Pak Liam Adien Farma, beliau memberitahu ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD