Zeva mengetahui kalau Selina gusar, Selina terus-menerus memainkan jemarinya karena gelisah. "Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, nanti aku bantu cari solusi kalau mereka berniat tidak membayar hutang," ujar Zeva. Walaupun kata-kata Zeva terdengar biasa, entah kenapa Selina merasa sedikit tenang. Ia pun akhirnya berhenti memainkan jemarinya dan hal itu membuat Zeva tersenyum. Tidak terasa akhirnya mereka tiba di depan gedung yang menjulang tinggi di jantung kota, gedung pencakar langit milik Altezza Finansial Grup berdiri seperti penguasa diam atas perputaran dunia bisnis. Fasad kacanya memantulkan langit abu-abu yang berawan, menciptakan kesan bahwa batas antara bumi dan langit telah disatukan oleh ambisi. Di balik panel-panel transparan yang nyaris tanpa cela itu, denyut kehidupan

