Baru saja Nora memutar tubuhnya hendak meninggalkan ruangan Zeva, ia kembali membalikkan badan menghadap ke arah Zeva yang sedang membuka kancing kemejanya. "Pak Zeva, ada yang ingin saya tanyakan pada Anda," ujar Nora. Zeva menghentikan aksinya, ia kembali mengancingkan kemejanya, ia tidak ingin Nora melihat tubuhnya yang memiliki banyak bekas luka. "Ada apa Nora?" tanya Zeva. "Pernikahan Anda dan Wanita itu, semua pasti akan berakhir kan Pak, karena pernikahan kalian kan cuma kesepakatan bisnis," ujar Nora. Zeva mengangkat sudut bibirnya sebelah kiri "Ada urusan apa kamu menanyakan hal itu Nora, itu bukan urusan kamu!" tegas Zeva. "Pak Zeva, Anda tahu kan kalau saya sangat mencintai Anda, saya sudah lama mengabdi pada Anda," lirih Nora. Kini mata wanita itu tampak berkaca-kac

