"Hei! ambilkan aku bathrobe!" teriak Selina dari dalam kamar mandi membuat konsentrasi Zeva yang sedang memberikan arahan pada Friska lewat telepon genggam menjadi terhenti. "Friska, saya akan menghubungi kamu lagi nanti karena istri saya sepertinya sedang membutuhkan bantuan saya," ucap Zeva. "Baik Pak," jawab Friska. Panggilan itu terputus. Meskipun ini adalah hari kedua pernikahannya dengan Selina, tetap saja ia harus memantau dan mengontrol keadaan kantor, apalagi tidak ada Nora sang Sekretaris handalnya karena wanita itu sedang merajuk. "Ada apa sih? kau berteriak seperti wanita tak beradab saja," pekik Zeva. Selina mengeluarkan sebagian kepalanya mengintip dan menatap Zeva yang berdiri tak jauh dari jendela, tatapan begitu tajam seakan-akan ingin menembus tubuh Zeva. "Di

