“Ada yang ingin kami bicarakan denganmu, Nak.” Ujar Eliza cepat begitu ia memasuki kamar Axel. Setelah hampir setengah jam membersihkan Luciendar, akhirnya Axel menyimpan pedang itu di dalam lemari dikamarnya dan berjalan mendekati Eliza. Tangannya terulur untuk menyentuh wajah Eliza. “Apa yang membuatmu cemas, Mom?” Tanya Axel lembut. Eliza meNefeningkan kepalanya dan membiarkan Axel mengelus wajahnya. Walau berusaha keras untuk melihat masa depan Axel, kali ini hanya kegelapan yang tampak. Karena itulah entah kenapa Eliza merasa kalau dia harus menikmati waktu-waktu bersama puteranya itu. Tidak hanya Eliza yang merasakan keanehan itu, Navaro juga mendapatkan hal yang sama saat mencoba mengintip masa depan Axel. Meski mereka malaikat dan Navaro sendiri memiliki posisi tinggi di Regnum A

