16

2874 Words

Limosin putih itu berhenti di depan sebuah gerbang kayu besar. Meski terbuat dari kayu, sulur dan ukiran yang bercahaya membuat gerbang itu terlihat megah. Dua orang laki-laki terlihat menjaga pintu gerbang ketika semua penumpang limosin turun. “Beritahukan pada Silver Sky bahwa Wren dan rombongannya sudah tiba.” Laki-laki yang satu menatap Wren dan rombongannya dalam hening sebelum kembali pada Wren. “Kami diberitahu kalau hanya tiga orang yang akan datang malam ini, bukan enam.” “Perubahan rencana. Silver Sky tidak mungkin setakut itu untuk menolak tambahan empat tamu lagi.”balas Alby tenang. Kali ini Axel memilih berdiri di belakang Wren bukan karena takut tapi karena dia tidak ingin mencari masalah di tempat yang sama sekali baru di datanginya padahal sudah 5 dekade ia mendiami Lon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD