19

3003 Words

Damon membelalak tidak percaya. Pertama ayahnya marah dan melemparnya ke dinding. Sekarang ayahnya menyuruh untuk minta maaf pada saingannya. Damon tidak pernah minta maaf pada siapapun. “Tidak! Aku tidak akan pernah meminta maaf padanya.” “Kau tidak punya pilihan, kid. Lebih baik kita yang kesana sebelum mereka yang muncul disini dan membuat masalah semakin rumit.” Dan Damon tidak bisa melawan saat ayah dan Pamannya menyatukan kekuatan untuk menyeretnya_secara harfiah_ke sebuah gedung pencakar langit megah di tengah kota London. Gedung_yang entah bagaimana_memiliki papan nama Pisaca di puncaknya. Seorang laki-laki menghampiri mereka bertiga tepat di depan meja resepsionis. “Aku tidak tahu kalau kalian punya janji disini hari ini.”ujarnya datar sambil menatap ketiga tamunya dengan penu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD