22

3152 Words

“Tentu.”sahut Rue riang lalu bergegas keluar dari kamar Axel secepat orang ‘normal’ lainnya. Rue tersenyum miris saat pikirannya mulai memikirkan hal yang aneh. Bukan hanya karena kepedulian dan empatinya sebagai dokter yang membuatnya menahan Axel, tapi karena ada sesuatu dalam diri Rue yang tidak ingin melepas Axel begitu saja sejak pertama kali bertemu dengan Axel. Sisi liar dalam diri Rue merasa tertarik pada pemuda itu dengan ketertarikan yang mengerikan sehingga pada hari pertama Axel tidak sadarkan diri, Rue memanfaatkan kesempatan itu untuk mempertahankan kontak fisik dengan pemuda itu meski hanya menyentuh wajah, lengan ataupun dadanya. Rue bahkan pernah membiarkan dirinya memanjakan diri dengan menikmati energi Axel selama beberapa jam saat dia tidur di ranjang yang sama dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD