Dikelas
"Setiap bulan kan perwakilan kelas membersihkan perpustakaan. Nah, sekarang kebagian kelas kita"
"Bapak akan pilih secara acak 6 orang, 3 siswa dan 3 siswi untuk membersihkan perpus ya, satu minggu sekali sepulang sekolah".
"Yahh semoga bukan gue"
"Ga mau ihh males wkwk"
"Suut, diem entar lu disebut loh"
Beberapa siswa ribut, berharap tidak terpilih membersihkan perpus. Kegiatan ini memang sering dilakukan setiap satu bulan sekali akan berganti kelas dan 6 orang perwakilan dari kelas yang ditunjuk akan membersihkan perpus.
Bukan perpus saja yang dibersihkan, kadang-kadang gudang dan taman. Agar siswa-siswi selalu menjaga kebersihan sekolah.
"Diam diam. Bapak akan sebutkan, yang disebut jawab iyah ya?"
"Ganendra"
"Iya"
"Angga"
"Iyah"
"Angkasa"
"Iyaa"
"Sella"
"Iyaah"
"Rosalina"
"Iyah"
"Mmm truss...
'Ko perasaan aku ga enak gini ya, apa jangan-jangan aku yang akan disebut?' Monolog kana
"Kana" lanjut Pak Guru
"Pulang sekolah ini kalian mulai membersihkan perpus" lanjut pak guru
'Mati aku'
Kana tidak menyangka bahwa kejadian di tempat ramen itu akan membuatnya terus terlibat dengan Ganesha. Kana pikir masalah itu akan berlalu seiring berjalannya waktu tapi sekarang malah jadi semakin rumit.
Perpustakaan
"Gimana kalo kita bagi tugas?" Rosa mengusulkan pendapatnya, agar masing-masing punya pekerjaan semuanya mengangguk setuju.
"Gudang perpus, rak buku, sama bersihin lantai dan kursi" Kana menjelaskan apa yang harus di bereskan
"Yaudah kita bagi, jadi 2 orang" jawab Sella
"Gue gamau beresin buku di gudang wkwk" kata angga
"Ayo gunting batu kertas"
"Untung kita ga ngeberesin gudang wkwk" kata angga sambil membereskan buku-buku di rak bersama Angkasa angkasa menanggapinya dengan senyuman
"Gue nyapu sebelah sini, Kita juga harus ngepel" Sella
"Gue belah sono, iyah makanya harus cepet" Rosa. Sella dan Rosa satu tim
"Kita harus masuk ke gudang, ayo kita harus cepet banyak yang harus di beresin" kata Kana berusaha mencairkan situasi yang canggung ini. Dia se tim dengan Ganendra.
"Okey" kata Ganendra yang masih sibuk dengan handphone di tangannya
'Untung aku ga se tim dengan Angkasa' kata Kana dalem hati. Sella mendekati Kana
"Na, gue seneng nih, tenang gue bakal bantu lo deket sama Ganendra" katanya dengan berbisik
"Ga perlu" kata Kana menggelengkan kepalanya menolak bantuan Sella
"Gapapa santai. Kesempatan bagus nih buat lo deket sama dia"
"Serius gausah sel"
"Gapapa, gue seneng bisa beres-beres bareng Angkasa" katanya dengan senyum memandang Kearah Angkasa yang tertawa bersama Angga.
Kana dan Ganendra sedang berada di dalam gudang perpus. Pintu gudang tidak di tutup jadi Kana bisa melihat Angkasa yang sedang merapikan buku-buku di rak buku.
'Ternyata Angkasa itu orang yang ceria yah, semua orang senang kalo di deket Angkasa'
"Lo entar beresin buku sebelah kanan gue sebelah kiri ya" Ganendra menjelaskan kan, tapi kana sedang menatap Angkasa yang sedang bercanda dengan Angga, rosa, dan sella.
Ganendra menatap Kana yang sedang menatap Angkasa, Ganendra tau Kana menyukai Angkasa dan Angkasa menyukai Kana, tapi kenapa Kana harus bilang menyukainya di depan teman-temannya? Apa karna menjaga perasaan Nada? Kenapa harus sampai segitunya?
"Lo ga denger?" Tanya Ganendra Kana langsung menoleh dan tersenyum kaku pada Ganendra, yang menatapnya. Kenapa pikir Kana?
"Lo ga denger?" Ulang Ganendra dengan datar
"Ehh.. denger ko, gue beresin sebelah kiri kan?" Tanya Kana dengan senyum canggungnya
"Terserah lo" Kata Ganendra cuek sambil berjalan ke sebelah kanan
Kana dan Ganendra sibuk membereskan buku-buku di gudang dengan suasana canggung dan hening~
"Buat yang waktu itu gue sama Nada minta maaf"
"Sebenernya Nada anak yang baik ko, kata-k********r itu udah biasa buat Nada, jadi lo jangan ngerasa kesinggung ya" Kana mencoba mencairkan Susana
"Mmm" Ganendra menjawab dengan gumaman, 'apa itu maksudnya Ganendra memaafkan?' Kana bertanya dalam hati
"Harusnya yang minta maaf itu bukan lo, dan lo gausah bahas itu lagi"
"Trus jangan ajak gue ngobrol. Mending lo beresin biar cepet kelar" Ganendra mengucapkan itu dengan cuek
Kana langsung terdiam. 'Ishh ni cowo ngeselin banget sih! Tapi kayanya dia anak yang baik deh kita bisa jadi temen mungkin'
~~~
Satu minggu kemudian
Sekarang istirahat ke dua, di kelas tampak sepi hanya beberapa orang saja yang lainnya pergi ke kantin. Kana dan Nada masih di ada di kelas.
"Awal bulan depan kita Ujian ya?"
"Iyahh, makanya sekarang ema nyuruh pulang cepet, dia udah sewa guru les ke rumah" jelas Nada
"Ya bagus itu"
"Huhhh bikin males tau ga, gue juga gabisa nungguin lo"
" Ya gapapa ko. Kantin yuk, keburu abis tar jam istirahatnya"
"Yok"
~~~
Dikantin
Suasana dikantin ramai, Nada dan Kana sedang mencari tempat duduk.
"Noh disono kosong" kata Nada
"Ayo" Kana dan Nada berjalan saat akan ke meja itu Kana melihat Ganesha dan teman-temannya sedang makan sambil mengobrol
"Kalo lu mau pake hero itu lu harus pinter-pinter pake skill duanya dia kan pake tali" Ganendra menjelaskan cara menggunakan hero
"Huu emang tuh hero susah" Jawab Naufal
"Hai Ganendra?" Kana menyapa, Ganendra dan temannya menengok
"Hm yah" Ganendra menjawab dengan ekspresi biasanya datar, teman-teman yang melihat nya bengong? Kana menyapa Ganendra? jadi Kana beneran suka Ganendra? OMG!
"Oh iyah, Hai Candra, Naufal?" sapa Kana tidak enak masa dia hanya menyapa Ganendra saja
"Eh oh i-iyah hai juga" Naufal menjawab dengan terbata
Gue kesono dulu ya" kata Kana tangannya ditarik Nada agar segera pergi dari tempat Ganendra
"Gue gasuka lo deket-deket sama dia"
"Duduk-duduk, lo mau pesen apa?" Tanya Kana mengalihkan pembicaraan dia sudah duduk ditempat yang dituju.
"Gue aja yang pesen, lo mau apa?
"Mie goreng rendang sama es teh manis ya"
"Okey, lu tunggu disini jangan kemana-mana!" Nada berdiri akan pergi memesan makanan tapi dia melihat Angkasa yang melewati mejanya nya
"Oy" sapa Nada memberhentikan langkah Angkasa dan teman-temannya
"Ehh ada marmut nih" Angkasa mengacak-acak rambut Nada
"Apaan sih loh" kata Nada kesal sambil merapikan rambutnya
"Ciee ada Kana tuh"
"Sapa dong Kananya"
Dani dan Raka tertawa setelah mengatakan itu mereka tidak melihat ekspresi Angkasa yang datar. Aksa yang ada di belakang Angkasa menyenggol bahu Raka agar berhenti tertawa tapi Raka malah tidak peka. Sepertinya Angkasa tidak suka.
Kana yang mendengar gurauan dari teman-teman Angkasa hanya tersenyum canggung, pasti teman-temannya belum tau apa yang terjadi diantara dia dan Angkasa.
"Diem! Ga lucu" jawab Angkasa dengan dingin.
Kana berpikir Angkasa masih marah padanya, tapi wajar sih kalau dia marah.
Suasana jadi canggung setelah Angkasa mengatakan itu.
"Kita duluan ya, mau maen basket" Pamit Angkasa dengan senyum biasa disusul oleh teman-temannya.
Nada pergi memesan makanan, Kana duduk sendiri menunggu Nada.
~~~
.
.
Tbc
Jangan lupa komen ya! Hehe
Dari manusia yang lagi musikan
Pandeglang