BRAAAK
Itu suara gelas yang dihentakan ke meja oleh Nada untung gelasnya tidak pecah. dia jadi kesal mendengar keinginan Sella. Mengapa dia menyuruh Kana melakukannya? Nada tau Kana pasti akan membantu Sella, Kana itu orang yang susah menolak menurutnya. Nada juga tau Kana menyukai Angkasa, kalau Kana melakukan itu, pasti akan membuat hati Kana sakit. Ga akan dia biarkan Sella memanfaatkan Kana.
"Heh! Emang lo ga bisa langsung ngomong ke orangnya? Kenapa harus nyuruh kana?" Tanya Nada dengan Sinis
"Kana aja gapapa, ko malah lo yang sew-"
"Karna gue juga suka dia." Nada mengatakannya dengan ekspresi datar dengan tangan terlipat di atas perutnya.
Hah?"
Hm?"
Mereka ber empat kaget dengan ucapan Nada barusan. Nada menyukai Angkasa?
~~~
Di tempat yang sama tiga orang cowo sedang mencari tempat duduk. Di tempat ramen ini sedang ramai.
"Bos kita mau duduk dimana? Tanya Naufal
"Disana" Ganendra menunjuk dengan dagunya, tangannya sedang memegang ramen yang dia pesan sama seperti teman-temannya.
"APAAA!!!" Teriak Kana
Beberapa pengunjung melihat ke arah mereka ber-lima termasuk tiga cowo yang sekarang duduk membelakangi meja Kana. Kana tersenyum kaku astagaaa kenapa dia sekaget ini. Tapi wajar dia kaget dia tidak menyangka Nada juga menyukai Angkasa.
"Angkasa? Sejak kapan lo suka Angkasa???" Tanya Kana memegang bahu Nada sedikit diguncangkan.
"Agak lama" Nada membalas dengan cuek. Kana langsung menurunkan tangannya dari bahu Nada, menutup mulutnya tak percaya.
'Agak lama itu kapan? Aku ga nyangka Nada suka Angkasa. Dia becanda? Apa Nada bohong?' Kana bermonolog
"Jadi, dua sahabat suka sama orang yang sama?"
"Kalo Kana pacaran sama Angkasa, lo masih mau temenan?" Tanya Sella ke Nada dengan smiknya. Dia kesal kenapa Nada juga bisa menyukai Angkasa. Dia berfikir Kana mungkin ga bakal segera itu nyakitin hati sahabatnya dengan pacaran sama Angkasa, mungkin dia masih punya kesempatan buat deket dengan Angkasa.
Sedangkan Kana merasa tidak tenang, selama ini Nada memperhatikan hubungannya dengan Angkasa yang mulai dekat, apa yang dipikirkan Nada saat memperhatikan ku.
"Gue gabakal jawab, pikiran lo kaya bocil" Kata Nada dengan cuek dia sedang berusaha menyembunyikan ekspresi khawatirnya, dia khawatir Kana akan berbuat sesuatu. Dia jadi menyesal mengatakan itu harusnya dia tidak mengatakannya. Tapi kalo dia tidak mengatakannya Sella pasti akan terus menyuruh kana yang engga engga.
Toh hanya suka pada Angkasa tapi tidak berniat menjadi pacarnya, dia malah mendukung Kana kalo mau pacaran dengan Angkasa, walaupun dia harus sakit hati tapi itu pasti cuman sebentar.
'Nada beneran suka Angkasa' monolog Kana entah dia seperti merasakan kalo Nada benar-benar menyukai Angkasa. Kana harus berbuat sesuatu. Jika disuruh memilih antara persahabatan atau cinta kana akan memilih persahabatan.
"Kalian salah paham, gue ga suka Angkasa lebih dari temen" Kata Kana dengan senyum berusaha menyakinkan
"Hah?" Nada kaget, bukannya Kana menyukai Angkasa? Dia sudah tau itu tapi kenapa Kana mengatakan yang sebaliknya apa Ini karna ucapannya yang tadi?
"Trus siapa dong" tanya Sella dan teman-temannya
"Itu..." aku pilih saja anak kelas secara acak, kalo saatnya tepat aku bilang saja kalo perasaanku udah berubah jadi gabakal jadi masalah serius kan? Iyah itu pilihan yang tepat untuk sekrang.
"... Ganesha" kata kana akhirnya. Entahlah malah nama itu yang keluar dari mulut Kana. Ganesha
BHYUUUR
"Ahhh muka gue!, Naufal sialan" Muka Candra terkena semprot minuman dari mulut Naufal. Posisi Candra didepan Naufal, Ganendra di samping Naufal membelakangi meja Kana.
"Jorok" Gane menggeser kursinya menjauh dari Naufal
"Heii kalian denger kan?"
"Iyah gue denger, kalo Kana suka sama Ganendra" kata Chandra sembari melap mukanya dengan tissu.
Serempak mereka berdua melihat Ganesha, tapi Ganesha terlihat cuek melanjutkan makannya.
Dia juga mendengar itu dia berusaha menyembunyikan kegugupannya. Astaga ternyata Kana menyukainya. Dia jadi makin gugup memikirkannya. Semoga teman-temannya tidak menyadarinya.
~~~
Di lain tempat
"Angkasa, lo pacaran ya sama Kana? Tanya Dani salah satu teman angkasa
"Iyah kemaren gue liat dia chatan sama Kana, ngaku lo" sahut Raka
"Kalo pacaran, gue gabakal disini bareng lo lo pada" Angkasa dan ketiga temannya sedang ada di warnet maen game. Sebenarnya Angkasa tidak terlalu suka game dia ikut karna bosan dirumah sendiri. Orang tuanya bercerai dia tinggal dengan ayahnya. Ibunya sudah menikah dan bahagia dengan keluarga barunya.
"Haha iyah sih"
"Tapi kayanya Kana suka lo deh, keliatan soalnya"
"Iyah kenapa lo ga nyoba nembak dia" Tanya Aksa yang tadi menyimak akhirnya buka suara
"Gue juga ada rencana nembak, tapi entar deh"
"Gabakal jomblo lagi nih"
"Semoga beruntung bro"
"Lo lo pada jan ngomong yang aneh-aneh ke Kana"
"Haha iyah iyah"
"Bakal jadi bucin nih si Angkasa"
"Hahaha"
"Apa tuh lo senyum-senyum haha" Raka meledek Angkasa yang tersenyum malu
"Kalo iri sono cari pacar" Angkasa mengejek teman-temannya
"Wah wah ngeledek nih"
"Abis lo sama kita, kita kan bertiga jomblo"
"Hahaha"
~~~
"Jangan bilang Ganendra kelas kita?" Tanya Nada ga mungkin dia kan? Kana kan ga kenal sama Ganendra mana mungkin bisa suka, lagian Ganendra orangnya jarang ngomong dan yang pasti kasar. Aishh si pendek itu.
"Iyah" Kana sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. Aduhh Kenapa gue nyebut Ganendra sih, gimana dong udah tanggung gabisa dirubah huuu semoga masalah ini cepet kelar fikir Kana.
"Lo gila?! Lo bohong kan?" Tanya Nada dia ga percaya kalo Kana suka Ganendra itu pasti bohong!.
"Serius Nada" Kana berusaha menyakinkan Nada dan yang lainnya agar terlihat meyakinkan.
"Ganesha? Yang mana tuh?"
"Itu yang mulutnya Gapernah disaring"
"Yang kasar itu?" Sella dan teman-temannya berbisik.
Setelah itu semuanya pulang. Nada bilang akan menelfon Kana kalau sampe rumah.
Drrrt drrrt
[Hallo Nad?]
[Lo bohong kan? Kenapa lo bisa suka sama Ganendra?]
[Ngga Nad, gue ga boong] Kana mencoba menyakinkan Nada
[Lo ga pernah cerita ke gue tentang Ganendra ko malah tiba-tiba lo ngomong gitu]
[Ya kan suka kadang ga pernah keduga]
[pasti lo cuman ngada-ngada!!!]
Tut tut
Setelah itu Nada langsung mematikan teleponnya. Dia kesal dengan Kana apa coba maksud Kana tiba-tiba bilang kalau dia suka Ganendra.
"Huhhh" Kana menghela nafas
"Kayanya Nada tetep ga percaya deh, pasti dia bakal nanya nanya lagi di sekolah, gimana ya cara gue ngeyakinin Nada"
.
.
Tbc.
Jangan lupa komen ya! Hehe
Dari manusia yang males buka wa.
Cilegon.