33. ​Rencana Penghancuran dan Peringatan Berdarah.

1319 Words

****************** Suara dentingan jam antik di dinding ruang kerja megah itu menjadi satu-satunya melodi di antara tumpukan berkas yang menjulang. Jeriko, dengan kemeja sutra mahal dan dasi yang bahkan tampak berkuasa, tidak mengangkat pandangan dari laporan di tangannya. Ekspresinya datar, tapi matanya menyimpan perhitungan yang kejam. Tok tok tok. Pintu gading berukir itu diketuk pelan. "Masuk," ujar Jeriko, suaranya rendah dan penuh otoritas, tanpa mengalihkan fokus. Sekretarisnya, seorang wanita berpenampilan sangat profesional, melangkah masuk dengan langkah kaki yang nyaris tak terdengar di atas karpet Persia. "Maaf mengganggu, Pak. Tuan Ryan sudah tiba dan menunggu di luar." "Suruh dia masuk. Dan pastikan tidak ada yang mendekati ruangan ini selama pertemuan." "Baik, Pak."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD