"Pulang, Mas. Ayah nyari kamu." " Jangan temui wanita itu lagi, Mas. Se-" Suara pesan masuk, terdengar dari handphone Ricco yang tergelatak di atas nakas. Kiara yang tak sengaja membaca isi pesan melui notifikasi, meski tak membaca semua isi pesan itu, namun ia tau apa yang sedang terjadi. Kiara tersenyum miris. Pada akhirnya, ia yang harus terbuang lagi, ia yang akan di salahkan lagi, bahkan mungkin harus menerima semua hujatan. ceklek Pintu toilet terbuka, aroma black o***m menguar tajam, bersamaan dengan seseorang yang keluar dari dalam toilet, tubuh tegap itu, terlihat lebih segar setelah mandi. "Apa kamu lapar?" tanya Ricco, tanganya terulur mengambil handphonenya. Kiara tak menjawab, hanya tersenyum sinis. "Kiara, maaf sepertinya aku tidak bisa mengantarkan mu pulang. Na

