bc

Terjebak Cinta CEO Tampan

book_age16+
323
FOLLOW
1.4K
READ
adventure
others
others
goodgirl
CEO
drama
serious
office/work place
first love
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Kiara gadis ceria, ramah dan sederhana dengan segala pesona dan kepintaran yang ia miliki, membuatnya banyak disukai oleh teman-temanya. Namun di balik itu semua tidak ada yang mengetahui jika kehidupanya penuh liku dan luka.

Hingga takdir mempertemukanya dengan seseorang yang akhirnya membuat Kiara merasakan jatuh cinta.

Namun ternyata semuanya tidak seindah yang Kiara bayangkan, untuk sekian kalinya ia harus merasakan luka lagi, belum lagi tentang semua fakta mengejutkan tentang hidupnya yang semakin membuat Kiara hancur.

"Terimakasih, setidaknya aku pernah merasakan kenyamanan yang belum pernah aku rasakan..." Kiara adelia Maheswara

"Kia, please. Ini gak seperti yang kamu pikirkan. Aku benar-benar menginginkan kamu" Rama Purwadinata

chap-preview
Free preview
Pekerjaan baru

"Langsung masuk saja, nanti di resepsionis bilang mau bertemu Pak Ari "

Setelah mendapat pesan dari HRD, Kiara melangkahkan kakinya memasuki gedung yang akan menjadi tempatnya bekerja.

Kiara melangkah anggun dengan tumit setinggi 7 cm, berwarna hitam dengan motif polos sederhana. Kemeja putih berpadu celana katun hitam dengan tatanan rambut terurai rapih sedikit bergelombang di ujungnya, membuat Kiara terlihat anggun di tambah riasan tipis di wajah ayu nya.

"Selamat pagi, ada yang bisa di bantu?" tanya seorang resepsionis saat Kiara menghampirinya.

"Pagi, saya mau ketemu Pak Ari, sudah ada janji mbak, kata beliau saya suru langsung ke ruangannya aja"

"Baik, sebentar ya." ujar si resepsionis sembari meraih gagang telfon.

"Silahkan mbak, nanti akan di bantu security untuk acces lift nya"

"Terimakasih"

Tok... Tok...

"Masuk..."

"Permisi Pak, maaf mengganggu, ini Kiara karyawan baru untuk divisi marketing" ucap Risa sekertaris Pak Ari, memperkenalkan Kiara sebagai karyawan baru.

"Kamu boleh kembali ke depan Ris," titah Ari, lalu Risa mengangguk patuh dan melangkah keluar ruangan.

"Silahkan duduk Kiara, "

"Terimakasih, pak" Kiara duduk bersebrangan dengan atasan barunya, ada rasa gugup di hati Kiara, sebab Kiara merasa masih kurang pantas berada di perusahaan sebesar ini, mengingat banyaknya pelamar yang gugur saat interview padahal mereka lulusan dari universitas, sedangkan Kiara? entahlah saat ini perasaan Kiara tak menentu, ada bahagia, namun gelisah sebab ia takut  tak bisa memberi kontribusi yang baik.

"Baiklah saya gak banyak waktu, langsung saja, perkenalkan saya Ari GM di PT. Sentosa Jaya Mandiri, disini sebetulnya jobdesk kamu di bagian promosi dan pemasaran, tapi setelah saya baca CV kamu, saya rasa kamu bisa untuk bantu project baru kita dulu, karna kita saat ini sedang sibuk untuk persiapan pembukaan project baru jadi kemungkinan kamu tidak hanya focus di market tapi juga membantu saya, karana Risa sekertaris saya itu, pasti akan sibuk sekali.

Jadi saya harap kamu bersedia membantu,  kita tidak bisa merekrut karyawan baru lagi, sebab setelah project baru selesai semuanya akan normal, dan ini juga bisa jadi kesempatan untuk menunjukan kemampuan kamu, gimna apa kamu siap?" jelas Pak Ari

"Baik Pak, siap"

"Baik, kamu temui Risa didepan. Saya sudah minta dia arahin kamu, jadi kalau ada yang kamu tidak paham bisa tanya Risa langsung"

Setelah percakapannya, Kiara berjalan keluar menghampiri Risa yang terlihat sibuk di balik layar komputernya.

"Mbk Risa, saya diminta pak Ari untuk mengikuti arahan dari Mbk Risa"

"Oh ya, sebentar. Tunggu aja, duduk di situ dulu" ujar Risa, dagunya yang runcing itu menunjuk ke sudut ruangan dimana terdesedia single sofa untuk para tamu yang hendak menunggu.

"Buset tuh mbak mbak, kok kek galak beud. Aduh Kia, lo gak boleh berburuk sangka, sapa tau tuh mbak mbak lagi repong, ye kan ya?" ucap Kiara menghibur dirinya sendiri akibat tingkah culas si sekertaris GM berdagu runcing itu.

"Nih, kamu pelajari nanti sore ikut meeting untuk bahas pembukaan project baru" Risa memberikan setumpuk kertas yang tersampul rapih. Sedangkan Kiara menerima berkas dengan mulut ternganga.

"Mbak, tapi kan aku belum paham" ucao Kia dengan wajah bingung.

"Kamu baca aja dulu, kalo ada yang belum paham bisa tandain aja nanti tanya sama saya" jelas Risa dengan wajah datar sembari sibuk mengetik.

"Baik, Mbak"jawab Kia singkat, sebab ia tak tau harus berkata apa, tak mungkin Kia membatah perintah seniornya kan? jangan sampai terjadi cerita, anak baru yang di pecat bahkan sebelum satu jam kerja. Oh tentu jangan sampai terjadi, jadi lebih baik diam dan terima saja.

"OhMyGod, apaan bgt baru masuk udah mitang meeting aja. Mana kaga ngasih penjelasan dulu kek, Astagfirullah... Sabar, sabar" gerutu Kia dalam hatinya,  dengan kesal Kiara pun akhirnya membaca poit-poit yang ada dalam proposal itu.

Kiara tenggelam dalam materi untuk meeting nanti, untung saja sebelum ini ia pernah bekerja di bidang yang sama sehingga tidak sulit baginya untuk memahami materi yang Risa berikan tadi.

Kruyukk....

Perut Kiara berbunyi, dan baru menyadari kalau sudah dua jam lebih ia membaca, setengah jam lagi adalah waktu makan siang, namun Kiara bingung harus bagaimana?, sedangkan Risa juga ternayata sudah tidak ada di mejanya.

Kiara beranjak dari tempat duduk, hendak mengembalikan berkas yang tadi di bacanya ke atas meja Risa, namun suara seseorang menghentikan langkah kakinya.

"Hai, anak baru ya?" sapa seseorang yang berjalan mendekat kearah Kiara.

"Oh, ya Mbak" Kiara tersenyum ramah menjawab pertanyaan orang yang kini berdiri di hadapannya.

"Risanya gak ada tadi keluar, udah mau jam makan siang, kamu mau ikut ke kantin gak ? kamu belum tau kan kantin disini kan?" tawar perempuan berpawakan mungil yang belum Kiara tau namanya itu, namun sepertinya ia lebih ramah dari pada Risa.

"Oh boleh mbak hehe..." jawab Kiara antusias diiringi dengan tawanya yang khas.

"Oke, gue kesana dulu ya mau rapihin meja, masih 20 menit lagi. Lo jangan kemana-mana gue nanti kesini! " ucap perempuan itu menegaskan bahwa Kiara tidak boleh pergi tanpa dia.

"Siap mbak, hihi " Kiara akhirnya menemukan orang yang bisa menjadi temanya disini, ia pikir akan mati bosan seharian berdiam diri tanpa tau apa yang harus di kerjakan.

Jam makan siang pun dimulai Kiara dan teman barunya yang baru ia ketahui bernama Zahra itu melangkah menuju food count di lantai 5, bersama dua orang lain yang Zahra kenalkan pada Kiara.

Siang itu, Kiara sungguh senang karna biasa mendapat teman di tempat yang baru, Kiara berharap bisa terus menjalin hubungan baik dengan mereka dan bisa kerasan bekerja di tempat barunya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Jadilah Mamaku

read
36.8K
bc

Menggoda Tuan L

read
257.6K
bc

BELENGGU

read
55.2K
bc

Yes, I'm Sugar Baby

read
35.6K
bc

Tergoda Janda Kembang

read
33.9K
bc

Terpaksa Berjodoh

read
7.9K
bc

Mendadak Nikah

read
47.5K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play