Katanya, untuk menghindari seseorang tidak perlu pergi jauh. Kau cukup berada di tempat mu, menjalani hari-hari seperti biasa. Tapi sayangnya, orang-orang itu tidak mudah untuk dihindari. Jangankan untuk menjalani hari seperti biasa. Rasanya ingin bernafas saja sulit, karna mereka selalu saja berbuat semaunya, tanpa memikirkan perasaan orng lain, atau akibat yang akan di terima orang lain atas perlakuan mereka. Oleh sebab itu, pergi adalah keputusan yang tepat bagi Kiara. Pejaman Kiara semakin erat, kala mengingat bagaimana pengkhianatan dan hinaan mereka atas dirinya. Bahkan seseorang yang telah dianggap sebagai Kakaknya, ternyata ikut andil dalam sekenario menyakitkan itu. "Ah, bodohnya aku." Kiara membatin dengan kedua tangan yang memeluk tubuhnya sendiri. Sembari menikmati sepoi a

