Pengunjung butik Aiyana memang selalu ramai tapi hari ini entah mengapa ramainya tak seperti hari-hari biasanya hingga ruangan butik penuh sesak dengan orang-orang. Bahkan ada beberapa pengunjung yang sengaja antre untuk masuk ke dalam butiknya. Di balik meja kasir, Aiyana bahkan merasa kewalahan karena pengunjung tak sekedar mengunjungi butiknya tapi juga untuk membeli pakaian keluaran terbaru dari butik Aiyana. “Boleh saya minta struknya—” Aiyana terlalu fokus pada komputernya hingga tak sadar jika orang yang dia ajak bicara itu adalah Satya, hingga dirinya mendongak dan mendapati wajah Satya sedang menatapnya dengan kerutan dalam di keningnya. “Apa yang kamu lakukan di sini, Mas Satya?” desis Aiyana, ia melihat antrean kasir cukup panjang di belakang Aiyana. “Kan aku sudah bilang,

