30

2039 Words

Dengan perasaan yang tidak menentu, semalam Cessa memutuskan untuk tidak kembali ke apartment nya. Karena ia berpikir, kalau ia kembali maka ia hanya akan terdiam disana dan ingatannya tentang Madi dan Hujan yang—menurutnya—telah kembali bersama itu akan muncul. Memang itu niat Cessa mempertemukan mereka, namun ia tidak sanggup kalau harus melihat mereka kembali bersama. “Cessa, sebentar lagi ke ruang rapat, ya. ada yang mau dibicarakan.” Kata Nayla saat melewati meja kerja Cessa. “Tentang?” “Kemajuan kantor kitaaaa.” Kata Nayla dengan senyumnya yang lebar sambil berlalu meninggalkan Cessa. Cessa hanya geleng kepala melihat tingkah bosnya pagi ini. Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya bahagia sampai-sampai terlihat sangat bahagia sekali. Paling tidak kalau gue sibuk, gue bisa melupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD