“Lo nggak perlu membuktikan apapun,” Kata Cessa akhirnya. “Lo boleh marah dengan gue atas kejadian ini.” Cessa menunduk setelah mengatakan hal itu. Tanpa aba-aba apapun, Ken langsung membalikkan badan dan pergi begitu saja. Ken memang sosok yang cuek, namun saat ini ia seperti sedang meredam sesuatu dalam tubuhnya agar tidak meledak. Cessa menghela napas panjangnya, ia tidak memperkirakan rencananya akan berakhir menyeramkan seperti ini. “Come, baby.” Madi menarik Cessa ke dalam pelukannya. Terasa ada tangan lain yang mengelus rambutnya. Cessa benar-benar meletakkan segala pikirannya dipundak Madi sehingga ia bisa merasa kepalanya lebih ringan. Tidak lama kemudian, Cessa melepaskan pelukannya dan menatap Madi sambil berusaha tersenyum. “Madison, terima kasih kamu sudah mau membantu saya

