Cessa mengatupkan bibirnya, ia tahu kalau Kenzo sudah memiliki bukti, itu artinya Kenzo tidak berbohong. Namun Cessa masih tidak mau memercayainya. Ia tidak mau langsung terbawa perasaan dan akhirnya menjerumuskan dirinya sendiri kalau akhirnya tidak seperti yang ia bayangkan. Selama beberapa detik Cessa terdiam, memikirkan rencana yang mungkin akan ia jalankan untuk membuktikan semuanya. Ini memang gila, namun menurutnya langkah ini memang harus ia ambil. “Kenzo, apa lo bisa bantu gue?” “Kalau gue bisa, pasti gue bantu.” “Oke, jadi begini...” Cessa mulai menjelaskan semua rencana yang sudah ia pikirkan sebelumnya kepada Kenzo. Terlihat tanda tidak setuju di wajak Kenzo, namun Cessa masih terus menjelaskannya sampai selesai. “Setuju?” “Lo gila ya?” kata Kenzo. “Ayolah, Kenzo. Sekali

