“Kenapa diam?” Suara Cessa membuat Ken, Kenzo, dan Hujan kembali tersadar. Ken yang berlutut paling dekat dengan Cessa langsung memegang kedua kaki dan berlanjut ke kedua tangan Cessa untuk memastikan bahwa ia tidak apa-apa. “Lo kenapa, Cess? Kursi roda?!” tanya Ken panik, namun Cessa hanya tersenyum dan menggeleng. “Jangan bohong, Cess. Lo kenapa bisa begini?” tanya Hujan sambil mengusap lembut kepala Cessa. Kenzo yang langsung berdiri hanya bisa menghela napas atas apa yang dilihatnya saat ini. Cessa, yang sudah lama tidak tersenyum dihadapan mereka kini tersenyum dengan tulus. Namun tidak berdiri, melainkan terduduk di kursi roda. “Gue nggak apa-apa, guys.” Kata Cessa. “Keadaan lo begini dan lo masih bilang nggak apa-apa?” suara Ken mulai meninggi. Cessa kembali menundukkan kepa

