“Pagi.” Sapa Cessa saat melihat Nayla yang ingin membuka ruang kerjanya. “Cess?” kata Nayla yang sudah tidak heran melihat Cessa datang pagi-pagi sekali. “Kembali menjadi orang pertama yang datang lagi?” Cessa tertawa, “Ada yang bisa gue kerjakan? Sebanyak-banyaknya, deh. Nggak apa-apa.” “Memang ada kerjaan, sih. Ayo, ke ruangan gue.” Nayla mengajak Cessa ke ruangannya dan memberikan sebuah flashdisk yang berisikan daftar pekerjaan untuk Cessa. “Deadline dua minggu lagi, isi flashdisk ini benar-benar masih data mentah yang harus lo olah. Gue nggak mau ada revisi. Sekali kerja harus langsung siap terbit.” “Okay. Gue kembali ke meja gue, ya.” Cessa lalu meninggalkan ruangan Nayla dan langsung kembali ke mejanya. Sudah satu minggu belakangan ini ia bertekat harus masuk lebih awal dan p

