Kita membunuh apa yang kita cintai dengan segala keegoisan yang merasuki jiwa. Sikap ingin menjadikan diri kita sebagai satu-satunya perlahan menjadi obsesi yang kerap membunuh cinta yang semula hadir menghiasi hati. Tak boleh ada orang lain dalam hidup maupun hati orang yang kita cintai, semuanya harus tentang diri kita sendiri. Kita membunuh apa yang kita cintai dengan segala ketidaktahuan. Kita kerap mengabaikan apa yang terlihat dan menomersatukan rasa dalam hati. Rasa yang terkadang tanpa sadar kita paksakan pada orang yang kita cintai. Memintanya menerima rasa dengan keterpaksaan. Pada akhirnya, pecinta bisa disebut juga sebagai seorang pembunuh. Cinta bagai pisau yang menusuk jantung tanpa iba. Membuat kita tak sadar jika tengah sekarat, menunggu kematian. Jatuh cinta mungkin adal

