Hati Bukanlah Mainan

1134 Words

Aleta menatap ketiga orang yang keluar dari ruangan Dean dengan tatapan penuh tanya. Ia tak pernah sekalipun melihat Dean mau diganggu saat bersama dengan wanitanya. Ia seharusnya meninggalkan Almira untuk mengurus jadwalnya, mengapa malah mengajak wanita itu bersama. “Kalau nanti ada hal yang mendesak, langsung hubungi aku. Aku akan keluar seperti biasa dan membawa Almira. Dia akan mengurus jadwal kegiatan pribadiku hari ini. Aku harus menghadiri pesta seorang rekan bisnis dan masih banyak lagi,” ucap Dean tampak lelah. Aleta tersenyum dan mengangguk mengerti. “Baik, Pak. Akan saya kabari.” Aleta melirik Almira dan mengulurkan kertas berisikan semua keterangan pemesanan hotel Dean, “ini semua informasi pemesanan hotel dan juga restoran untuk Pak Dean.” Almira menerimanya dan mengucapka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD