BAB 65

1270 Words

Mobil Dirga sampai di depan gerbang rumah Andin tepat di jam satu siang. Sedikit terlambat karena seharusnya Dirga sudah sampai di kantor tepat di jam satu. Saat makan sampai perjalanan pulang, Andin mempertahankan kebisuannya. Apa yang baru saja di ungkapkan Dirga cukup membuat Andin bingung. Tentang ungkapan cinta, tentang keinginan Dirga untuk menikahi Andin selepas wanita itu bercerai. Jika itu terjadi dulu, saat Andin belum merasakan cinta untuk suaminya, mungkin Andin dengan cepat akan mengatakan ‘YA’. Hey, siapa yang tidak beruntung mendapatkan laki-laki seperti Dirga? Dia sangat menyayangi Andin, itu jelas. Sebagai sahabat? Andin benar-benar paham laki-laki itu bisa dijadikan sandaran. “Tentang apa yang gw ungkapkan tadi, jangan terlalu diambil pusing, Andin.” Andin masih teta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD