BAB 46

1358 Words

Ghidan berada di belakang tubuh Nindhy yang lemah, bersimpuh di jasad bapaknya yang sudah terbujur kaku. Tangis yang tidak berhenti sejak mereka bertemu, di perjalanan, hingga sekarang ketika Nindhy benar-benar melihat jasad bapaknya dalam balutan kain kafan. Ibunya lebih tenang, atau justru terlihat lebih menakutkan karena hanya terdiam memandangi tubuh mendiang suaminya. Tak ada air mata di mata yang sudah membengkak itu, bibirnya terkunci rapat dengan fokus yang tidak berubah. Kedua kakak Nindhy hadir di pemakaman, ikut menyapa Ghidan yang memang dulu sudah mengenal mereka dengan cukup baik. Berita yang sangat mengejutkan adalah kepergian seseorang yang kita sayangi untuk selamanya, terlebih lagi, mendengar selentingan kabar bahwa bapak Nindhy meninggal karena bunuh diri. Semenjak ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD