"Enggak tidur, Jev?" tanya Jamal, mendekati anaknya yang duduk di sofa ruang tengah. Posisi duduk pemuda itu agak melorot, menatap layar gawainya serius meski dia malah terlihat tanpa minat. "Bentar lagi. Besok masih libur, kan?" Jevano tidak melihat ke arah ayahnya. Dia masih sibuk memencet-mencet gawainya. "Memang masih Ahad, sih. Tapi kamu seharian kalau enggak nonton, ya, main hp. Enggak sayang sama mata?" Jamal duduk di sebelah sang anak sambil menilik layar benda itu. Anaknya benar-benar main game. "Seminggu sekali juga. Lagian dari tadi sepi banget. Males ngapa-ngapain." Beberapa pencetan, Jevano memenangkan permainannya. Dia meletakkan benda mahal itu di samping tubuhnya dan mendesah. "Sebenarnya ngantuk, sih." Lalu, dia memiringkan tubuhnya untuk memeluk pinggang sang ayah, sek

