Jamal melihat jam tangannya. Masih ada waktu setengah jam sebelum jam masuk kerja. Dia berjalan dengan santai dari tempat parkir yang ada di basement ke lift khusus. Paginya sangat indah dan membuat hatinya senang. Diawali dengan omelan Jevano setelah bangun tidur karena kasur bocah itu penuh dan diakhiri dengan kecupan colongan di bibir Juwita sebelum dia berangkat. Tentu saja dia harus nyolong biar Jevano tidak lihat. Kalau dia rasa anaknya itu siap melihatnya dan Juwita berciuman, dia pasti sudah menerjang wanita itu di dapur. Sayangnya dia harus mencuri kecupan itu di garasi. Ah, miris sekali. Namun tak apa. Hatinya bahagia dan berbunga-bunga. Semangat kerjanya meningkat dan motivasi untuk segera menyelesaikan pekerjaannya bertambah. Jamal siap menghadapi kerjaannya pagi hari ini. "H

