Amore kemudian bangkit dari duduknya, melepaskan cincin bermakhota berlian nya lalu menaruhnya di tangan reynald yang tersungkur karena di dorong amore, duduk di lantai.
" Mas , sudah cukup aku memaafkan mu selama ini, aku juga lelah mas, mental & jiwa ku rusak karena perbuatan mu." Lalu amore menyeret kopernya menuruni tangga meninggalkan reynald di dalam kamar sendirian.
Setelah sampai di lantai bawah , Amore membuka bagasi mobil sport nya lalu memasukkan koper nya ke dalam.
Kemudian di pintu itu, dia menatap sekeliling isi rumah itu, kemudian dia menatap ibu mertua , " Jangan pernah mengemis aku untuk kembali ke rumah ini, aku tak sudi, lihat saja nanti, Tuhan tidak akan diam, selama ini aku sudah banyak mengalah menuruti kemauan kalian, ingat nenek tua berapa kali anak sematawayang mu selingkuh sampai ke hotel dan aku masih melayani nya di
ranjang, seperti nya aku harus segera papsmear untuk tahu apakah aku terjangkit HIV, " lalu membanting pintu rumah yang sudah 5 tahun di tinggalin nya kemudian duduk di setir kemudi..
kemudian mobil biru sport it melaju kencang meninggalkan rumah 2 tingkat itu..
" Sial.. lihat aja nanti sapa yang sebenar nya mandul, dasar keluarga tidak tahu diri, aturan dia bersyukur aku tidak melahirkan cucu nya, bisa- bisanya nanti anak ku kena imbas dari aib anak semata wayang nya itu"
Berhenti lah mobil biru sport Amore di sebuah villa yang tampak seperti negeri dongeng..
Amore turun dari mobil sport nya kemudian mengambil koper dari bagasi mobil dan membuka pintu villa itu..
Menghempaskan badan nya yang mungil ke sofa beludru warna biru yang bertengger di ruang tamu villa megah itu...
Lalu dia tertidur tanpa berganti pakaian dan hak tinggi yang masih menempel di kaki
nya yg mungil..
Keesokan pagi nya, ad yang mengetuk pintu villa itu.. Amore dengan enggan melangkahkan kaki nya ke arah pintu tanpa melihat tampang muka bangun tidur nya ...
" Mbak Amore kapan ke sini nya, kok ga ngabarin dulu ke kami , jadi kan bisa kami bersih-bersih dulu."
ucap wanita remaja berumur 17 tahun di depan nya sambil tersenyum tipis..
" iya maaf y riri, ada problem semalam jadi dadakan, tolong siapkan teh hangat chamomile dan nasi
gurih pakai rendang hati ampela ya "
" mbak kenapa, kok wajah nya sembab, matanya bengkak terus rambut nya acak-acakan, habis bertikai lagi ya sama mas reynald dan ibu martha?"
" iy ri, kali ini mereka ngusir aku dari rumah, padahal kamu tau kan ri, yang bermasala tu mas reynald bukan aku ri ."
Sambil memeluk riri,amore menetes kan air mata nya lagi, punggung nya gemetar..
" jahat sekali mereka sama mbak, padahal selama ini mbak sudah baik sama mereka sekeluarga, berani
sekali mereka mengusir mbak amore "
Riri sembari ngedumel dan mengusap punggung amore yang selama ini sudah dianggap seperti kakak
kandung nya sendiri..
Keluarga riri adalah pembantu yang tinggal bersama Amore dari Amore kecil, usia mereka hanya terpaut 8 tahun jadi mereka sudah sering bermain dari kecil..
Orangtua Amore tinggal di Australia sejak Amore menikah jadi villa itu kosong. Keluarga Riri tinggal di rumah belakang Villa itu.
" uda mbak amore, biar riri bilang sma ibu & ayah dulu buat nyiapin sarapan dan bersih-bersih villa, om tante sudah lama tidak pernah pulang indonesia sejak mbak menikah 5 tahun lalu "
Mbak amore melepaskan pelukan nya kemudian menghapus air matanya lalu mengikuti riri ke rumah nya...
" ibu ayah, mbak amore pulang" ujar riri berlari kecil menghampiri kedua orangtuanya yang sedang kasi makan ayam dan ikan nila di kolam..
Sambil gantian memeluk amore, ibu & bapak Endang sudah bisa menebak apa yang dilalui Amore hingga kembali ke villa setelah sekian lama..
" lihat ayam-ayam kecil kamu lihat dulu sudah banyak anak cucu nya amore, ikan nila yang dulu sering kamu mainin sampe masuk ke kolam juga sudah banyak berkembang biak" sahut pak endang memecah keheningan.. duduk sini nak, biar ibu siapin minuman & sarapan mu, kebetulan kami lagi rendang hati ampela, tadi bapak motong ayam 2 ekor karena lihat mobil mu di parkiran." ibu Endang masuk ke dalam rumah dan keluar lagi membawa teh chamomile dan sepiring nasi gurih dengan lauk rendang hati ampela yang membanjiri piring itu..
Amore tak tampak habis ada masalah, langsung melahap setiap sendok nasi & lauk itu seperti orang tidak makan berapa hari. Lalu meneguk teh chamomile yang masi mengepul..
" Pelan- pelan mbak amore, tidak ada yang mau berebut kok sama mbak."
Ga berapa lama terdengar suara sendawa yang besar dari mulut amore.. Semua nya tertawa tak terkecuali amore..
" Jadi apa cerita nya amore , coba ceritakan sama bapak ibu, mana tau kami bisa bantu " kata pak
endang sambil tatapan nya serius ke arah amore .
" bu Martha bilang aku mandul dan mengusir ku dari rumah pak, renald si b******k itu bahkan tak
tahu dia salah dan tak membela ku di depan wanita tua itu. "
" wah wah, mereka apa tidak tahu ya mbak sampai rela melepas karir sebagai artis dan orangtua mbak
sampai ke australia karena ga tahan sama pilihan mbak?" sambil memukul meja tempat amore
melahap makan & minumnya tadi ...
" kalo riri tadi di situ mbak, sudah riri jambak rambut bu martha itu yang seperti sarang burung, riri
campakkan foto-foto perselingkuhan mas renald " tak kalah geram riri sambil mengacungkan kepalan
tangan nya ke udara dan mulut nya menyerocos.. "
"Sudah-sudah, anggap aja buang sial, mungkin selama ini mata ku ditutup sama kotoran burung
makanya bisa memilih keluarga itu daripada bersama kalian dan papa mama." Amore tersenyum tipis
melihat respon dari keluarga riri, bahkan lebih manusiawi dibanding keluarga suaminya itu ..
" Ayo ri, kita pergi shopping dulu dan nyalon motong rambut, sudah lama tidak me time" ..
" capcus mbak, nanti traktir makan cilok sama batagor ya mbak"..
" Siap tuan putri."
Amore menggandeng tangan riri ke villa untuk mandi dan berganti pakaian..
" seperti nya perlu beli baju baru, baju ini sudah lusuh seperti pemilikny." ujar amore membongkar isi
koper nya ...
" tapi mbak amore, selama ini kan mbak jadi ibu rumah tangga, apa perlu kita telpon om tante buat
transfer uang ke mbak?"
Riri terlihat gusar melihat tingkah amore..
" tidak perlu riri, aku punya tabungan selama aku berkarir yang bahkan tak seorangpun tahu, ya saat
nya menghabiskan sekarang."
Selesai mandi dan memakai blazer dan hotpants warna biru , amore mengoleskan lipstik ke bibir kecilnya , warna pink glitter, rambut nya yang selama ini selalu diikat kuda, digerai nya, dengan memakai heels berukuran 10cm , Amore menggandeng tangan riri ke mobil, mendudukkan nya di sisi penumpang kemudian melaju ke mall terkenal daerahnya yang dulu sering menjadi tempat dia menghabiskan waktu bersama teman- teman artisnya.
" ayo ri, kita ganti pakaian mu juga, sesekali jadi artis boleh lah" Amore tampak riang seolah tak punya
masalah.. Dengan sigap dia meraih beberapa helai baju dan bawahan kemudian membawa nya ke
ruang ganti untuk mencoba nya... semua nya tampak cocok di badan langsing mungil putih nya...
Bahkan kaca pun tidak bisa menebak dia baru saja janda berumur 26 tahun..
" Mbak amore, tolong buka kan resleting dress ini donk." jerit riri yang berbadan gempal berkulit sawo
matang di sebelah ruang ganti nya..
" aduh ri, kamu perlu diet , kurangi cemilan, sofa rumah mbak aj kalah sama badan mu ri."
tawa amore sambil nyubit pipi chubby riri..
mereka ke kasir untuk membayar, amore mengeluarkan blackcard nya dan 3 kantong isinya pakaian bertengger di tangan mungilny.. Tanpa mereka sadari, ada mata yang menatap mereka dari kejauhan sambil tersenyum tipis..
" I'll got her no matter what." seperti suara berbisik..
Pria dengan punggung tegap dan wajah tampan berpakaian rapi duduk di meja menyeruput kopi yang memperhatikan mereka daritadi...
" ke mana lagi kita mbak, aku laper ," ucap riri sambil mengelus perut nya..
" ini baru jam 11 siang ri, sejam lg kita ke salon dulu ya." amore menyeret riri ke salon yang letak nya
tak jauh dari tempat pria tadi duduk..
" mbak mau model apa ?" tanya seorang wanita di salon itu...
" potong sebahu dengan warna ash brown ya mbak, anak ini tolong potongkan model paling trend
sekarang yang cocok dengan wajah bulat nya," balas amore sambil mendudukkan riri di samping kursi
nya...
Tampak sigap rambut mereka sudah dimodel dengan apik dan dicuci dengan wangi..
Karena suara blower rambut , mereka bahkan ga sadar ada pria tampan berdiri menatap mereka di
cermin salon itu..
30 menit kemudian ," sudah siap mbak, silahkan ke kasir untuk membayar ya ."
" saya aja yang bayar mbak- mbak cantik" tiba-tiba suara pria menyahut, lalu mereka pun menoleh
bersamaan dengan tatapan membelalak terkejut..
" kamu siapa? sudah berapa lama kamu di sini? mau kamu apa?" amore menjawab gusar seolah
kesenangan nya terusik oleh pria asing yang datang ntah darimana..
sambil menyodorkan blackcard nya ke kasir, sang pria tersenyum menatap gadis cantik di depan yang
menatap nya kebingungan...
" you look so gorgeous , my queen ."
Lalu riri dan amore gantian menatap satu sama lain dengan muka kebingungan tanpa bisa berkata- kata..
" Saya Charles, Ceo perusahaan "Veni Vidi Vici ".
Seisi salon itu menatap pria tampan itu dan membisik satu sama lain sambil menutup mulut mereka
dengan kedua tangan mereka